Perbedaan Penggunaan “Him” dan “Her” dalam Bahasa Inggris

Perbedaan Penggunaan “Him” dan “Her” dalam Bahasa Inggris
Dalam belajar bahasa Inggris, memahami penggunaan kata ganti (pronoun) merupakan hal yang sangat penting. Kata ganti berfungsi untuk menggantikan kata benda seperti nama orang, hewan, tempat, atau benda, agar kalimat menjadi lebih ringkas dan mudah dipahami. Dua kata ganti yang sering menimbulkan kebingungan adalah him dan her. Meski terdengar mirip, keduanya memiliki fungsi dan penggunaan yang berbeda dalam kalimat.
Secara umum, him digunakan sebagai kata ganti untuk laki-laki dan berfungsi sebagai objek dalam kalimat. Misalnya, ketika seseorang mengatakan, “Please call him,” maka yang dimaksud adalah meminta seseorang menelepon pria tertentu. Di sisi lain, her bisa memiliki dua fungsi: sebagai objek dari kalimat dan sebagai kata ganti posesif untuk menyatakan kepemilikan perempuan.
Menurut berbagai sumber linguistik, him merujuk pada laki-laki dan digunakan setelah kata kerja atau preposisi. Sementara itu, her digunakan baik untuk menunjukkan seorang perempuan sebagai objek kalimat maupun untuk menunjukkan bahwa sesuatu adalah milik seorang perempuan. Perbedaan mendasarnya terletak pada konteks penggunaannya.
Untuk memperjelas perbedaan ini, mari kita lihat beberapa contoh kalimat berikut:
-
“I spoke to him yesterday.” (Saya berbicara dengannya kemarin.)
Dalam kalimat ini, him digunakan sebagai objek dari kata kerja spoke, dan merujuk pada seorang laki-laki. -
“She gave her book to me.” (Dia memberikan bukunya kepadaku.)
Pada contoh ini, her adalah kata ganti posesif yang menunjukkan bahwa buku tersebut milik perempuan. -
“The teacher praised her for the presentation.” (Guru memujinya atas presentasi itu.)
Di sini, her digunakan sebagai objek dari kata kerja praised. -
“We saw him at the library.” (Kami melihatnya di perpustakaan.)
Kalimat ini menunjukkan penggunaan him sebagai objek setelah kata kerja saw.
Dengan melihat contoh-contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan him dan her tidak dapat ditukar begitu saja karena keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Kesalahan dalam penggunaan bisa menyebabkan kebingungan atau bahkan kesalahpahaman dalam komunikasi.
Penting untuk diketahui bahwa her sebagai kata ganti posesif tidak hanya berlaku untuk manusia, tetapi juga bisa digunakan untuk benda atau hewan jika dianggap memiliki sifat feminin dalam konteks tertentu. Misalnya, dalam sastra atau cerita, seekor kucing betina bisa disebut dengan her.
Sementara itu, him lebih terbatas penggunaannya dan hanya digunakan untuk manusia atau hewan jantan sebagai objek. Kata ini tidak pernah digunakan untuk menunjukkan kepemilikan. Jadi, jika ingin menyatakan bahwa sesuatu adalah milik seorang pria, maka bentuk yang tepat adalah his, bukan him.
Perbedaan lainnya yang sering luput dari perhatian adalah bahwa her juga bisa digunakan sebagai bentuk objek, sama seperti him. Namun, karena memiliki fungsi ganda—sebagai objek dan posesif—her perlu dikenali dari konteks kalimatnya. Misalnya:
-
“John helped her.” (John membantunya.) — her sebagai objek.
-
“This is her bag.” (Ini adalah tasnya.) — her sebagai kata ganti posesif.
Kesimpulannya, meskipun him dan her sama-sama termasuk dalam kategori kata ganti orang ketiga tunggal, penggunaannya berbeda tergantung dari konteks dan struktur kalimat. Him digunakan hanya sebagai objek untuk laki-laki, sedangkan her bisa digunakan sebagai objek maupun sebagai kata ganti posesif untuk perempuan atau benda yang dianggap feminin.
Memahami perbedaan ini sangat membantu dalam menyusun kalimat bahasa Inggris yang tepat dan jelas. Latihan penggunaan secara berulang dalam konteks nyata akan semakin memudahkan dalam menguasai dua kata ganti ini dengan baik.