oleh

Catatan Dari Talkshow ETF (2) : Tenun NTT Goes Digital

-Nasional, News, NTT-160 views

BINTANGFLOBAMORA.Com, Kota Kupang – Exotic Tenun Fest (ETF) yang diselenggarakan Bank Indonesia perwakilan NTT kembali berlanjut hari ini, Selasa (23/3/2021). Talkshow menjadi pembuka kegiatan ETF hari kedua. Topik yang dibicarakan tentang, “UMKM Tenun Goes Digital.”   

Acara yang dipandu kontributor Metro TV Eva Wondo, kembali menghadirkan narasumber berkelas seperti Deputi Direktur/Kepala Divisi Inovasi Sistem Pembayaran  Bank Indonesia Ricky Satria, anggota DPR RI sekaligus Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat dan Selebritis Pemerhati Tenun Ayu Azhari.

Diawal perbincangan Ricky Satria menyampaikan dua hal yang terjadi belakang di Indonesia maupun di dunia yakni digitalisasi dan pandemi. Menurutnya, kedua hal tersebut adalah peluang yang harus benar-benar dimanfaatkan untuk memajukan UMKM.

Ricky merincikan beberapa kekurangan jika UMKM masih dijalankan secara tradisional dengan sistem transaksi tunai antara lain, pangsa pasarnya kecil, harus menyiapkan uang kembalian, beresiko menjadi korban penyebaran uang palsu, berpotensi terhadap pencurian, manajemen pembukuan yang kurang rapi apalagi dimasa pandemi, pelaku UMKM sangat beresiko terhadap penularan virus karena tingginya kontak langsung jika menggunakan sistem pembayaran tunai.

Ricky mengajak UMKM tenun NTT untuk bergeser dari pola tradisional ke pola digital. Dia menekankan, pelaku UMKM akan mendapatkan banyak manfaat seperti, kemudahan dalam bertransaksi, terdatanya jejak transaksi secara detail dan otomatis, terutama pelaku UMKM bisa memperoleh kesempatan masuk dalam pasar yang lebih luas, tidak hanya di NTT tetapi di seluruh dunia.

“Untuk proses digitalisasi UMKM, harus dipersiapkan dari hulu sampai hilir. Dihilir misalnya UMKM harus mempunyai sistem pembayaran yang mudah, cepat dan aman.”

Lanjutnya, Bank Indonesia serius mendukung proses digitalisasi UMKM dengan memperkenalkan QRIS sebagai sebuah mode atau gaya baru bertransaksi yang dapat membantu mengembangkan dan memajukan UMKM.

Ricky mengakui, memang butuh waktu dan butuh kekuatan dari sesama pelaku UMKM untuk saling mempengaruhi. Dia memberi informasi bahwa di Bank NTT, melalui QRIS pelaku usaha dapat dibantu untuk meningkatkan pendapatan temasuk pemerintah daerah untuk peningkatan APBD.

“Saat ini sudah ada lima negara yaitu Singapura, Jepang, India, Korea dan Thailand telah meminta link QRIS untuk dijalankan di negara masing-masing.” ungkapnya.

Ketua Dekranasda NTT Julie Sutrisno Laiskodat memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang selalu menggandeng Dekranasda untuk memajukan UMKM di NTT. Julie mengakui bahwa antara Dekranasda dan BI memiliki visi yang sama.

Julie menginformasikan, saat ini Dekranasda NTT telah menjadi Departement Store yang menyediakan semua produk unggulan dari 22 kabupaten/kota di NTT meliputi tenun, makanan tradisional, cendramata dan produk NTT lainnya. Dalam bertransaksi, Julie mengatakan Dekranasda telah menggunakan QRIS karena lebih komplit dari aplikasi pembayaran lainnya.

Julia dengan bangga, menyampaikan bahwa Dekranasda NTT adalah satu-satunya di Indonesia yang telah mendapatkan sertifikat ISO 9001:2015.

Dalam kesempatan itu, Julia menyatakan komitmennya untuk menggerakan Dekranasda di setiap kabupaten/kota agar membuka toko yang bisa mengakomodir karya kerajinan rakyat. Menurutnya, saat ini NTT memiliki 847 motif tenun sebagai kekayaan yang tidak tertandingi oleh daerah lain. Untuk itu, Julie berharap Bank Indonesia dapat membantu memberi fasilitas teknis dan pendampingan.

Menanggapi permintaan itu, Ricky Satria kembali menerangkan bahwa di BI ada departemen UMKM yang membina UMKM, membantu membangun kemitraan dan pengembangan pasar.

“BI selalu turun ke lapangan memberikan bantuan dan pendampingan terutama saat ini BI sangat fokus dalam program digitalisasi UMKM”.

Selebritis pemerhati tenun Ayu Azhari yang hadir dalam kesempatan tersebut mendukung upaya UMKM tenun goes digital sebagai langkah untuk menciptakan keadilan sosial dan kesejahteraan. Ayu mengajak UMKM tenun NTT untuk memulai dan terbiasa menggunakan produk-produk digital dalam proses pemasaran, promosi dan bertransaksi.

Kata Ayu, “Masa pandemi membawa perubahan bagi tatanan kehidupan. Disaat ruang gerak kita terbatas, mau tidak mau kita harus mencoba untuk masuk dalam proses digitalisasi.”

Ayu mengatakan bahwa peluang saat ini sangat besar karena wisatawan baik lokal maupun manca negara memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap hal-hal yang berbau etnik.

“NTT mempunyai kekayaan, dibalik setiap motif ada makna dan sejarah. Itu yang sangat dicari para pemburu wisata.”

Dalam Talkshow tersebut, masing-masing narasumber menyampaikan maknanya masing-masing terhadap tenun. Menurut Julie tenun adalah seni. Sementara Ayu mengatakan tenun adalah peluang. Tidak ketinggalan Ricky, menyatakan tenun adalah identitas diri.  

Baca Juga:  Cantiknya Ayu Azhari Berbalut Tenun NTT, Kata-Katanya Begitu Indah Tentang NTT

Komentar