oleh

Dilantik Menjadi Ketua KUB, Bernadus Siap Melayani Sampai Setengah Mati

-News, NTT-224 Dilihat

BINTANGFLOBAMORA.Com, Kota Kupang – Badan Pengurus Komunitas Umat Basis (KUB) Santo Gregorius Agung, Wilayah VI, Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua, resmi dikukuhkan Pastor Paroki setempat, RD Longginus Bone, Kamis (23/6/2022).

Komposisi pengurus yang dikukuhkan antara lain, Bernadus Natonis sebagai Ketua, Anisetus Asamaking sebagai Wakil Ketua, Silvester Oki sebagai Sekretaris, Kristiana Nuwa sebagai Bendahara 1, Petronela Abi sebagai Bendahara 2, Priska Nitbani sebagai Kordinator Liturgi dan Hironimus Nuwa sebagai Kordinator Usaha Dana.

Pasca pengukuhan, Bernadus Natonis mengatakan, dirinya bersama para pengurus siap mengembangkan tugas pelayanan dan siap membangun relasi.

“Tugas seorang pengurus KUB adalah membangun relasi yang harmonis dengan Allah dan dengan sesama,” kata Bernadus kepada media, Sabtu (25/6/2022)

Dalam melayani, dirinya mempunyai slogan, siap melayani sampai setengah mati.

“Yesus saja melayani manusia dengan berkorban sampai mati di kayu salib. Kita sebagai umat, tidak usah munafik, kalau tidak bisa seperti Yesus, cukup sampai setengah mati saja sudah luar biasa, sesuai kemampuan. Yang penting tulus,” ungkap mantan ketua Mudika Santa Ursula Paroki Santa Familia Sikumana tahun 1999 tersebut.

Berkaitan dengan program kerja, Bernadus mengatakan pihaknya akan fokus pada pelaksanaan Ibadat mingguan, kegiatan ekonomi umat dan pembentukan pengurus Orang Muda Katolik (OMK) di tingkat KUB.

Pemimpin Cermin Kasih Kristus Yang Melayani

Pemimpin harus melayani, menjadi pelayanan kasih Kristus. Demikian pesan Pastor Paroki Santo Fransiskus dari Asisi BTN-Kolhua, Romo Longginus Bone saat mengukuhkan secara resmi pengurus Wilayah VI, pengurus Kelompok Umat Basis (KUB) Santo Gregorius Agung dan pengurus KUB Santo Yohanes Pembaptis, Kamis (23/6/2022)

Romo Longginus atau yang akrab disapa Romo Dus dalam renungan biblisnya menegaskan pentingnya suatu kepemimpinan yang melayani.

“Menjadi pemimpin bukan saja berarti hal menjadi perumus kebijakan dan kewenangan untuk dihimbaukan ke tengah umat. Menjadi pemimpin itu berarti menjadi pioner terdepan dalam menjalankan segala kebijakan dan kewenangan yang telah ada,” ungkap Romo Dus, melansir RADARNTT.

Dalam kesempatan itu, Romo Dus juga menjelaskan bahwa Pemimpin itu cermin kasih sosial, teladan dan ujung tombak cita hidup umat yang harus bekerja sama dan sama-sama bekerja demi memperbaiki segala kepincangan hidup yang ada dalam hidup umat.

Pemimpin harus bisa belajar dari Yesus Kristus sendiri yang mengorbankan diri demi kebaikan seluruh umat, juga Santo Yohanes Pembaptis yang rela menjadi alat untuk mewartakan Kristus sang Penebus sejati dan juga Santo Gregorius Agung yang mengorbankan diri demi cintanya kepada Kristus yang Agung, Demikian sewajarnya seorang pemimpin bertindak. Pemimpin itu mengorbankan, memperbaiki, membangun dan di atas segalanya: pemimpin itu mencintai.

Editor : ED

Komentar