oleh

Ditantang Pandemi Covid-19, Guru SMPK Giovanni Rapatkan Barisan

-News, NTT, Pendidikan-448 views

“Pemerintah merencanakan pelaksanaan PTM terbatas dimulai bulan Juli 2021, Namun itu pun belum pasti karena jumlah kasus Covid-19 semakin meningkat dari hari ke hari. Ini tentu memberikan tantangan. Jika guru tidak mempersiapkan pembelajaran dengan baik maka bangsa ini akan kehilangan beberapa generasi yang tidak menikmati pendidikan secara efektif”

Oleh : AGUNG HERMANUS RIWU, 14 Juli 2021

BINTANGFLOBAMORA.Com, Kota Kupang – Menatap pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di tahun ajaran 2021/2022, SMP Katolik Giovanni Kupang menggelar rapat kerja (Raker). Dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, Raker diikuti 34 guru dan tenaga kependidikan (tendik). Tema yang diusung dalam kegiatan pra pembelajaran tersebut yakni, “Membangkitkan Semangat dan Spiritual Panggilan di Masa Pandemi COVID-19.”

Raker yang direncanakan berlangsung selama tiga hari (Rabu-Jumat, 14-16 Juli 2021), dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Sekretaris Eksekutif Yayasan Swastisari Keuskupan Agung Kupang, RD. Arkadius Yali Manek. Sedangkan narasumber yang dihadirkan yakni Pengawas Sekolah dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Daud Lawa, S.Pd, M.Pd.

Sesuai dengan jadwal yang diterima media Bintangflobamora.com, selama Raker guru dan pegawai akan dibekali berbagai materi seperti penguatan spiritualitas panggilan sebagai guru di tengah pandemi Covid-19, pemahaman tentang AKM, pendalaman terhadap Blended Learning dan persiapan kelengkapan administrasi sekolah.

Guru Perkuat Kapasitas

Kepala SMPK Giovanni Kupang, Kornelis Seran Nahak, S.Pd, M.Hum (Kanan) sedang berbicara menyampaikan pandangan-pandangan dalam Raker

Pada acara pembukaan, Kepala SMPK Giovanni Kupang, Kornelis Seran Nahak, S.Pd, M.Hum mengatakan bahwa tujuan pelaksanaan Raker adalah mempersiapkan sekaligus menguatkan kapasitas tenaga pendidik dan kependidikan dalam menghadapi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang rencananya akan dimulai pada bulan Juli 2021.

Baca Juga:  Transformasi Aloysius Menjadi Guru Moderen

Ia menyatakan bahwa dari segi fasilitas, pihaknya telah menyiapkan berbagai kelengkapan sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah dan telah melalui proses verifiksi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. Dari hasil pemeriksaan, SMPK Giovanni dinyatakan layak untuk memulai PTM terbatas.

Namun, lanjut Kornelis, pelaksanaan PTM terbatas tetap menunggu instruksi resmi dari pemerintah yang disesuikan dengan laju penularan Covid-19 di Kota Kupang.

Dalam kesempatan tersebut ia juga menegaskan bahwa selain mempersiapkan kelengkapan protokol kesehatan sekolah, penguatan kapasitas guru juga menjadi hal yang utama. Menurutnya, tantangan pandemi Covid-19 telah mengubah sistem penyelenggaraan pendidikan sehingga guru pun dituntut untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada.

“Menghadapi situasi yang sulit saat ini, kita mempersiapkan banyak hal. Fasilitas prokes sekolah sudah dinyatakan layak oleh pemerintah melalui dinas pendidikan. Namun kita juga harus memperkaya diri sebagai guru, dengan berbagai keterampilan dan kemampuan untuk tetap efektif dan efisien menjalankan pembelajaran di tengah pandemi,” ungkapnya.

Dirinya berpesan, agar seluruh pendidik dan tenaga kependidikan SMPK Giovanni mengikuti Raker dengan serius untuk merefleksi juga menimba ilmu, informasi serta pengetahuan agar siap menjalankan aktivitas pembelajaran di tahun pelajaran yang baru.

Baca Juga:  SDK St. Yoseph 5 Kuaputu Kabupaten Kupang Porak-Poranda

Guru Ditantang Berinovasi

Sekretaris Eksekutif Yayasan Swastisari Keuskupan Agung Kupang, RD. Arkadius Yali Manek memberikan sambutan ketika membuka secara resmi Raker SMPK Giovanni Kupang.

Sementara itu, Sekretaris Eksekutif Yayasan Swastisari Keuskupan Agung Kupang, RD. Arkadius Yali Manek mengatakan bahwa saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami situasi yang extraordinary akibat pandemi Covid-19, dimana seluruh aspek kehidupan terkena dampak dan mengalami perubahan yang signifikan.

“Pandemi memberi pengaruh sangat besar dari aspek kesehatan, sosial, ekonomi, politik tidak terkecuali pendidikan. Pemerintah merencanakan pelaksanaan PTM terbatas dimulai bulan Juli 2021, Namun itu pun belum pasti karena jumlah kasus Covid-19 semakin meningkat dari hari ke hari,”

“Ini tentu memberikan tantangan. Jika guru tidak mempersiapkan pembelajaran dengan baik maka bangsa ini akan kehilangan beberapa generasi yang tidak menikmati pendidikan secara efektif,” ungkap Romo yang karib disapa Arki.

Ia pun berharap melalui Raker, guru dan pegawai SMPK Giovanni mampu menemukan langkah startegis yang solutif, mampu merancang pembelajaran secara kreatif dan penuh inovasi menggunakan bermacam-macam produk digital dengan tetap memperhatikan inti dari pendidikan.

Persiapkan Metode Pembelajaran Yang Tepat

Wakil kepala sekolah urusan kurikulum, Jacobus S. Boleng, S.Pd, M.Hum menggambarkan skenario pembelajaran yang akan diterapkan SMPK Giovanni di tahun ajaran 2021/2022

Dalam juknis, PTM terbatas di tengah pandemi Covid-19 hanya diperbolekan selama dua hari setiap minggu dengan alokasi waktu 2 jam per hari. Oleh karena itu, SMPK Giovanni dengan sungguh mempersiapkan skema pembelajaran yang akan diterapkan kepada peserta didik. Model pembelajaran yang dipersiapkan yaitu blended learning.

Wakil kepala sekolah urusan kurikulum, Jacobus S. Boleng, S.Pd, M.Hum menjabarkan blended learning merupakan proses pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran, gaya pembelajaran, dan berbagai pilihan media dialog antara guru dan peserta didik.

Baca Juga:  SMPK Giovanni Gelar Festival Literasi Siswa Berkolaborasi Dengan Keluarga

Singkatnya, guru yang biasa dipanggil Jack menjelaskan, blended learning adalah kombinasi pembelajaran langsung (tatap muka) dengan pembelajaran secara online.

Selain itu, terang Jack, salah satu metode pembelajaran yang akan digunakan guru di tahun pelajaran yang baru adalah metode proyek. Ia merincikan, dua hari tatap muka di sekolah, guru memberikan teori dan skenario pembelajaran, kemudian selama empat hari peserta didik diberikan proyek (tugas) sesuai dengan karakteristik materi masing-masing mata pelajaran.

Ungkapnya lagi, melalui metode proyek, peserta didik menghasilkan karya atau menyelesaikan tugas proyek sesuai dengan kondisi lingkungan keluarga dan masyarakat di sekitarnya, bisa berkolaborasi dengan siapa saja sesuai dengan pedoman atau langkah-langkah yang diberikan oleh guru.

“Proyek itu dibahasakan kepada peserta didik sebagai misi yang harus dituntaskan dalam petualangan pembelajaran di masa pandemi. Peserta didik pasti menyukai itu,”

“Ketika mereka di rumah, guru tetap memantau dan membangun komunikasi melalui pembelajaran online sesuai jadwal yang ditetapkan sekolah. Berbagai produk digital tentunya bisa digunakan seperti Zoom Meeting, Google Meet, Google Form maupun grup WA,” ujar guru pengasuh mata pelajaran Bahasa Inggris.

Komentar