oleh

Eksepsi Rizieq Shihab Sebut NTT

-Nasional, News-6.055 views

BINTANGFLOBAMORA.Com, Jakarta – Terdakwa kasus kerumunan Petamburan, Rizieq Shihab membacakan eksepsi atau nota keberatan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumad (26/3).

Dikutip dari CNN INDONESIA, dalam eksepsi tersebut, Rizieq merasa dirinya tidak mendapat keadilan berkaitan dengan penanganan pelanggaran protokoler kesehatan yang selama ini terjadi.

Rizieq menilai kepolisian dan kejaksaan seperti menutup mata karena membiarkan berbagai acara yang menimbulkan kerumunan dan melanggar protokol kesehatan.

“Sudah menjadi rahasia umum yang disaksikan dan diketahui semua lapisan masyarakat bahwa aneka kerumunan dan pelanggaran prokes yang dilakukan secara demonstratif oleh orang-orang dekat Jokowi dibiarkan oleh aparat bahkan dibenarkan,” kata Rizieq.

Secara terperinci Rizieq menyebutkan beberapa peristiwa kerumunan yang dilakukan orang-orang dekat Jokowi. Pertama, Rizieq menyinggung kerumunan yang dilakukan Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution pada saat Pilkada tahun 2020 di Solo dan Medan.

“Mereka telah melakukan belasan kali pelanggaran prokes, tapi tidak diproses hukum oleh kepolisian mau pun kejaksaan. Apa karena mereka keluarga presiden sehingga mereka kebal hukum?” kata Rizieq.

Kedua, Rizieq mengangkat acara yang dihadiri oleh Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan artis Raffi Ahmad beberapa waktu lalu.

Rizieq mengatakan bahwa penyelidikan kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan Ahok dan Raffi itu sudah dihentikan oleh kepolisian.

“Kenapa? Apa karena mereka teman presiden, sehingga tidak boleh diproses hukum?” kata Rizieq.

Ketiga, Rizieq menyentil pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara beberapa waktu lalu. Menurutnya, kegiatan tersebut juga membuat kerumunan dan melanggar protokol kesehatan.

“Ternyata lagi-lagi dibiarkan oleh kepolisian mau pun kejaksaan. Apa karena gembong pelakunya orang istana presiden, sehingga super kebal hukum?” kata Rizieq.

Keempat, Rizieq menuduh Presiden Jokowi telah menimbulkan kerumunan ribuan massa tanpa protokol kesehatan ketika berkunjung ke NTT (Kota Maumere) pada 23 Febrbuari 2021 lalu.

Rizieq membandingkan, ada masyarakat yang melaporkan kerumunan tersebut namun ditolak oleh pihak kepolisian. Katanya, Mabes Polri langsung menyatakan kegiatan tersebut tidak ada pelanggaran protokoler kesehatan.

“Apa karena pelakunya adalah seorang presiden, sehingga boleh suka-suka langgar hukum secara terang-terangan yang disaksikan jutaan rakyat melalui media?” kata Rizieq.

Jaksa mendakwa Rizieq  telah melakukan penghasutan kepada masyarakat untuk melanggar kekarantinaan kesehatan dengan menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putrinya di Petamburan, Jakarta Pusat saat masa pandemi Covid-19. (AGN)

Baca Juga:  SMPK Frater Maumere Jadi Sekolah Model Literasi

Komentar