oleh

Filosofi Api Unggun Ipelmen Kupang

-Editorial, News-2495 Dilihat

Api unggun Ipelmen memiliki filosofi tersendiri yang mana bisa menjadi motivasi bagi para kader muda. Api unggun menghadirkan kehangatan, nyala apinya berkobar-kobar dan memberi terang.

Oleh : RHAY JADHA, 18 Mei 2021

Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Ende (IPELMEN) melaksanakan kegiatan MPAB periode 2020/2021 pada 12 Mei 2021 hingga 16 Mei 2021. Bertempat di Taman Ziarah Oebelo, Kupang, kegiatan MPAB itu dilaksanakan dalam rangka menerima anggota baru yang ingin bergabung dengan wadah belajar IPELMEN Kupang.

IPELMEN Kupang bergerak tidak terlepas dari sembonyan yang menjadi roh dalam wadah ini yakni, “Sa Boka SaAte Sa Wiwi Sa Seru Dari Nia Pase La’e Demi Ende Tana Sare.” Semboyan ini menjadi roh yang mendorong kader-kader IPELMEN bergerak satu hati, satu suara demi kemajuan tanah Ende.

Kegiatan MPAB ini mengangkat tema yaitu, “Membentuk Kader Ipelmen yang Berintelektual, Militan dan Humanis.” Tema tersebut perlu dipahami dengan baik karena menjadi tantangan bagi anggota baru untuk mengimplementasikan dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia lebih khususnya Kabupaten Ende.

Baca Juga:  Berdaya Dengan Buku

Kegiatan positif ini merujuk pada pembinaan mental dan karakter para kader yang bergabung di organiasi ini, yang mana pembinaan dilakukan dengan memberi materi-materi berkualitas dan juga diselingi dinamika-dinamika menarik demi mendorong dan memotivasi para anggota baru untuk belajar dan berproses diwadah ini. Semua materi dan pembinaan yang diberikan merupakan suatu tindakan baik dalam membentuk kader-kader IPELMEN yang berkualitas secara intelektual maupun emosional.

Terlepas dari setiap rangkaian kagiatan pembinaan dan pemberian materi, ada juga upacara api unggun yang menjadi momen menarik bagi 56 anggota baru IPELMEN Kupang periode 2020/2021.

Baca Juga:  Literasi Cermin Kualitas Diri : Mindset dan Atitude
Suasana kegiatan api unggun Ipelmen

Seorang srikandi muda nan cerdas, Emiliana Sare Nulane menjelaskan, “upacara api unggun ini perlu dilakukan sebagai lambang kebersamaan yang dibuktikan dengan lingkaran mengelilingi api unggun dan gandengan tangan oleh para anggota.”

“Api unggun juga bentuk persatuan yang mempererat tali persaudaraan, menjaga keharmonisan dan nlai gotong royong. Upacara api unggun memang harus ada sebagai simbol kebersamaan yang mencerminkan kesatuan dan mempererat tali persaudaraan terlebih karena kita sudah melewati kegiatan ini selama kurang lebih 5 hari agar setiap kesalahan yang dibuat dan juga rasa demam dan amarah ole anggota bisa kita bakar bersama nyala api unggun yang berkobar- kobar,” tutur Ketua Umum Ipelmen tersebut.

Seperti yang kita ketahui, api unggun juga memiliki filosofi tersendiri yang mana bisa menjadi motivasi bagi para kader muda. Api unggun memberi kehangatan : jadilah kader- kader yang membawah kehangatan dimanapun kita berada.

Baca Juga:  Guru Payung Pelindung Bagi Anak Negeri

Nyala api unggun yang berkobar-kobar : bukti semangat -kader-kader dalam berlajar dan berjuang. Api unggun perlu ditambah kayunya agar nyalanya selalu menjadi terang : IPELMEN terus berkolaborasi dan membangun relasi dengan banyak pihak demi membentuk kader- kader yang baik dan berkelanjutan.

Diakhir penjelasannya, Emiliana menyampaikan harapan yang besar kepada anggota baru IPELMEN Kupang periode 2020/2021. Katanya, “Harapan saya kepada kader IPELMEN adalah bahwa tanggung jawab ada dipundak mereka , jadilah kader muda yang berguna untuk Indonesia, NTT, dan Ende khusunya. Tetap menjaga eksistensi ipelmen terutama di usia IPELMEN yang sudah 38 tahun.  Sesuai keinginan kita bahwa jadilah kader yang berintelektual, berjiwa militan yang pantang menyerah dan peka terhadap lingkungan sekitar dan sesama.”

Komentar