oleh

FTBM NTT Gagas Gerakan Sejuta Buku dan Festival Literasi Perbatasan

-News, NTT, Pendidikan-419 views

“Mimpi besar membangun peradaban literasi NTT, tidak hanya didiskusikan tetapi perlu dikonkritkan dalam bentuk aksi dan kolaborasi agar menjadi gerakan bersama”

Oleh : ARDI LEO DU, 18 Juli 2021

BINTANGFLOBAMORA.Com, Kupang – Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengajak seluruh masyarakat untuk menggerakan, menumbuhkan dan membudayakan literasi di bumi Flobamorata.

Saat ini, FTBM NTT sedang mendesain program, Gerakan Sejuta Buku Untuk NTT dan Festival Literasi Perbatasan. Dari keterangan tertulis yang diterima media, maksud dari gerakan ini adalah mengidentifikasi dan menginventarisasi buku dengan berbagai kategori yang merupakan karya dari anak NTT.

Ketua FTBM NTT, Polikarpus Do mengatakan, inventarisasi buku karya anak NTT akan dikemas dalam satu aplikasi khusus sehingga setiap orang di mana saja bisa dengan cepat mengetahui aneka karya itu dan bisa berkomunikasi langsung dengan penulisnya.

Baca Juga:  Tekad Stella Maris Meretas Jalan Literasi Di Sabu Raijua

“Kami hanya menjadi seperti bank buku bagi siapa pun yang membutuhkannya,” ungkap Poli.

Dirinya berharap, melalui program ini, gerakan literasi di NTT terus bergerak maju dan berkembang karena ditopang oleh ketersediaan buku-buku yang bisa dijangkau oleh berbagai kalangan.

“Mimpi kita bersama adalah ketersediaan literatur memicu berkembangnya budaya literasi dan gerakan literasi di NTT.”

Menurutnya, literasi adalah jembatan untuk membangun peradaban bangsa dengan mengembangkan dan memanfaatkan buku sebagai sumber ilmu pengetahuan, informasi serta nilai-nilai jati diri bangsa Indonesia.

Untuk melancarkan program tersebut, pengurus FTBM NTT telah menyebarkan link ( https://forms.gle/i9HCUhocXyja5hvu8 ) melalui berbagai media ke seluruh pelosok NTT untuk menjaring para penulis buku beserta data-data buku hasil karyanya.

Setelah mendata, FTBM NTT akan mendeklarasikan aplikasi khusus sebagai perwujudan dari gerakan sejuta buku untuk NTT.

Berkaitan dengan kegiatan Festival Literasi Perbatasan, Poli menambahkan, daerah-daerah perbatasan adalah pintu terdapan dari bangsa Indonesia. Baginya, kualitas sumber daya manusia masyarakat perbatasan adalah cerminan bangsa.

Baca Juga:  SMPK Frater Maumere Jadi Sekolah Model Literasi

“Kecakapan literasi di perbatasan harus diperkuat, hal ini karena daerah perbatasan merupakan pintu terdepan dari Indonesia. Masyarakat perbatasan adalah cerminan dari Indonesia, karena ketika orang dari negara tetangga melihat mereka maka orang melihat Indonesia,” tegasnya.

Berkolaborasi Dengan Kantor Bahasa NTT

Pada Rabu (14/7/2021) siang, pengurus wilayah FTBM NTT diterima Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT, Syaiful Bahri Lubis. Dalam silahturahmi tersebut, kedua lembaga berdiskusi terkait rencana aksi daerah gerakan literasi yang akan dilakukan oleh FTBM NTT yakni Gerakan Sejuta Buku Untuk NTT dan Festival Literasi Perbatasan.

Dari pertemuan itu, kedua lembaga berkomitmen untuk terus membangun kerja sama mensukseskan program-program literasi di NTT. Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT, Syaiful Bahri Lubis juga menyatakan dukungannya atas dua kegiatan literasi yang digagas FTBM NTT.

Baca Juga:  Peringati HANI 2021, YASPORA NTT Gelar Webinar Bertajuk Literasi Anti Narkoba

Menurutnya, Gerakan Sejuta Buku Untuk NTT dan Festival Literasi Perbatasan adalah dua kegiatan besar yang harus disukseskan karena berdampak bagi penguatan literasi masyarakat NTT. Ia memberikan apresiasi atas semangat yang dimiliki pengurus FTBM NTT.

Dalam pesannya, Ia berharap seluruh relawan dan pegiat literasi NTT terus menyalakan obor literasi, tidak hanya di NTT tetapi juga di seluruh indonesia.

Menanggapi dukungan tersebut, Poli menyatakan bahwa mimpi besar membangun peradaban literasi NTT, tidak hanya didiskusikan tetapi perlu dikonkritkan dalam bentuk aksi dan kolaborasi agar menjadi gerakan bersama.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Kepala Kantor Bahasa Propinsi NTT yang telah menerima kami dengan penuh persahabatan. Kami yakin dengan kolaborasi dan sinergitas, perubahan besar bagi gerakan literasi di NTT akan terwujud,” ujarnya.

Komentar