oleh

Gandeng Yaspensi, SMAN 2 Waingapu Gelar Bimtek Menulis

“Literasi penting sebagai bagian dari kecakapan hidup abad ke-21 yang meliputi kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativtas”

BINTANGFLOBAMORA.Com, Waingapu – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Waingapu, Kabupaten Sumba Timur mengadakan Bimbingan Teknis Penulisan Kreatif dan Karya Ilmiah, Kamis – Sabtu, 30 September 2021 – 2 Oktober 2021. Dengan menerapkan protokol kesehatan, kegiatan digelar secara luring dan daring melalui aplikasi zooM.M.eting. Dalam kegiatan tersebut pihak sekolah menggandeng tim narasumber dari Yayasan Pustaka Pensi Indonesia (Yaspensi).

Dalam arahannya, Kepala SMAN 2 Waingapu, Nimrot Ndjukambani, S.Pd., mengungkapkan, untuk menghadapi perkembangan jaman khususnya menuju generasi emas Indonesia 2045, peserta didik perlu dibekali dengan ilmu serta keterampilan yang mumpuni melalui literasi dan pendidikan karakter. Dua hal ini, tegasnya, menjadi dasar pijak dalam proses pendidikan.

“Literasi penting sebagai bagian dari kecakapan hidup abad ke-21 yang meliputi kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativtas. Literasi juga berkaitan erat dengan pendidikan karakter sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Karena itu kami merasa penting untuk mengadakan berbagai kegiatan terkait literasi dan karakter ini, salah satunya bimtek ini dalam kerja sama dengan Yaspensi,” tegas Nimrot Ndjukambani, yang juga merupakan Ketua MKKS SMA Kabupaten Sumba Timur.

Baca Juga:  Laksanakan Akreditasi Sekolah, SMAN 1 Mauponggo Berbenah Diri

Dirinya berharap peserta dapat mengikuti secara baik semua materi dan dapat mengaplikasikannya dalam aktifitas sebagai generasi muda harapan bangsa. Dirinya juga berharap agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan di sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Sumba Timur.

Ketua Panitia Kegiatan, Dra. Magdalena Milla Ate., dalam laporannya menyebut, kegiatan ini mengacu pada Gerakan Literasi Nasional (GLN) sebagai implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, serta Perpres Nomor 87 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari Surat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Nomor 421/3364/PK/2021 Tanggal 14 September 2021 Hal: Penegasan Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

Baca Juga:  Tutor Ujung Tombak Pendidikan Keaksaraan dan Kecakapan Hidup Masyarakat

Lebih lanjut ia menguraikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan beberapa tujuan yakni, pertama, menumbuhkembangkan budaya literasi pada ekosistem pendidikan khususnya sekolah, dalam rangka pembelajaran sepanjang hayat sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidup (Tujuan umum GLN).

Kedua, membangun dan membekali Peserta Didik sebagai generasi emas Indonesia Tahun 2045 dengan jiwa Pancasila dan pendidikan karakter yang baik guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan (pasal 2a Perpres Nomor 87 Tahun 2017).

Ketiga, implementasi penyelenggaraan PPK khususnya dalam kegiatan ekstrakurikuler (pasal 7 ayat 4 Perpres Nomor 87 Tahun 2017). Keempat, menumbuhkan apresiasi karya tulis dalam diri peserta didik serta mendampingi mereka untuk menghasilkan karya tulis kreatif dalam ragam bentuk.

Peserta kegiatan Bimtek menulis kreatif dan karya ilmiah yang digelar SMAN 2 Waingapu bekerja sama dengan Yaspensi

Sementara itu Ketua Yaspensi, Marianus Seong Ndewi, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa materi-materi yang disajikan tim narasumber merupakan pemantik awal dari sebuah proses panjang yakni melatih keterampilan menulis dan pada saat yang sama menanamkan nilai-nilai karakter dalam diri peserta didik. Karena itu, jelasnya, kegiatan ini tidak saja berakhir pada hari ketiga melainkan ada keberlanjutannya.

Baca Juga:  Komunitas SMAN 2 Waingapu Terima Vaksin Sinovac Dosis 1

“Kita ingin menanamkan pentingnya proses dalam diri peserta didik. Dalam konteks menulis, kita membangun kesadaran bahwa keterampilan menulis harus ditopang dengan kuatnya budaya membaca, dan untuk bisa menghasilkan tulisan yang berkualitas, orang harus terus berlatih, tidak bisa hanya dalam tiga hari,”

“Karena itu kami akan terus melakukan pendampingan selama satu semester ke depan atau minimal tiga bulan dengan berbagai strategi yang bisa dilakukan, sebelum secara kolektif mereka menghasilkan sebuah karya bersama misalnya buku antologi,” jelasnya.

Kegiatan diikuti perwakilan peserta didik kelas X dan XI sebanyak 23 orang, dan sejumlah guru pendamping. Hadir sebagai narasumber yakni, Ketua MKKS SMA Kabupaten Sumba Timur, Nimrot Ndjukambani, S.Pd., serta tim Yaspensi yakni, Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum., Robertus Fahik, S.Fil., M.Si., Marianus Seong Ndewi, S.Pd., M.M., dan Robertus Elyakim Lahok Bau, S.Fil.

Keterangan tertulis & foto : Yaspensi

Komentar