oleh

Gara-gara Kue, Seorang Guru di NTT Dikeroyok Kepsek dan Keluarga

-News, NTT, Pendidikan-499 Dilihat

BINTANGFLOBAMORA.Com, Kabupaten Kupang – Sebuah video penganiayaan berdurasi 2,8 menit viral di jagat maya pada Minggu (5/6/2022). Video tersebut memperlihatkan warga bersama sekelompok orang berseragam Keki menarik dan melakukan penganiayaan terhadap rekan kerja.

Korban dibawa ke tengah jalan, kemudian dianiaya diiringi suara caci maki dari seorang perempuan yang ditujukan kepada korban.

Korban berkali-kali minta perlindungan kepada warga yang menonton dan mengikutinya dari belakang, namun tidak ada yang bersedia menolongnya.

Merilis keterangan tertulis Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan Arianto, korban diketahui bernama Anselmus Nalle, 44 tahun, guru pada SD Negeri Oelbeba, Desa Oebola, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Irwan menyatakan, korban telah membuat laporan resmi dengan nomor laporan LP/ B / 135 / V / 2022 Tanggal 31 Mei 2022.

Baca Juga:  Gara-gara Miras, Pria di Alor Bacok Seorang Remaja

“Barang bukti berupa video rekaman pada saat terjadi dugaan tindak pidana,” ujarnya.

Adapun peristiwa penganiayaan terjadi pada 31 Mei 2022 sekitar pukul 12.20 Wita. Dalam laporan itu, disebutkan terduga pelaku bernama Aleksander Nitti, 58 tahun yang merupakan kepala SD Negeri Oelbeba.

Pelaku yang diduga turut menganiaya Anselmus yang tertera dalam laporan tersebut yakni Elionora Katerina Nitti, Ernawaty Manu, Demsy, Goris Tanone, Daniel Laot, dan Roni Meko. Beberapa diantaranya adalah keluarga dari Kepala Sekolah. Sedangkan para saksi yakni Yusak Maumay dan Intan Nuban, keduanya adalah guru di sekolah tersebut.

Para pelaku terancam hukuman penjara selama 5 tahun 6 bulan karena diduga melanggar pasal 170 Ayat 1 KUHP, yang berbunyi ‘Barangsiapa yang di muka umum bersama – sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, dihukum penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan.’

Gara-gara Kue

Baca Juga:  Nadiem Bubarkan BSNP

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Imanuel Buan mengatakan pihaknya telah mendapat laporan terkait penganiayaan Anselmus Nalle, guru SDN Oelbeba, Kecamatan Fatuleu oleh kepala sekolah Aleksander Nitti.

Laporan tersebut kata Imanuel, disampaikan oleh Anselmus yang datang langsung ke kantor Diddikbud seusai kejadian.

“Kami sudah terima laporan dan kami bentuk tim untuk pemeriksaan selanjutnya,” kata Imanuel kepada LintasNTT.com, Minggu (5/6).

Berdasarkan laporan yang diterima, peristiwa penganiayaan tersebut diduga dipicu persoalan pengelolaan dana BOS di sekolah tersebut.

Menurut Imanuel, dalam rapat di sekolah itu Anselmus awalnya menanyakan soal kue (snack) yang tidak disuguhkan dalam rapat tersebut.

Baca Juga:  Keindahan Menipo di NTT, Tarik Perhatian Kompas Lakukan Pendidikan Konservasi Alam

“Ada kegiatan di sekolah, pembentukan panitia, guru ini (Anselmus) tanya soal snack, kok tidak ada? Dia tanya soal pengelolaan dana BOS, ternyata kepala sekolah rupanya tersinggung sehingga terjadilah hal itu,” terang Imanuel.

Ia menambahkan tim yang dibentuk akan turun ke sekolah guna melakukan pemeriksaan terhadap pihak sekolah yang ada saat kejadian.

Dan untuk sementara, pihaknya menempatkan Anselmus untuk berdinas di kantor disdikbud Kabupaten Kupang.

Pihaknya akan melakukan evaluasi khusus terhadap kinerja Kepsek SDN Oelbeba Aleksander Nitti.

“Kami akan evaluasi kepsek, bagaimana kinerjanya,” katanya.

Imanuel memastikan masalah tersebut akan diproses tuntas menggunakan aturan ASN.

“Yang terlibat akan diberi sanksi sesuai aturan ASN,” katanya.

Editor : ED

Komentar