oleh

Himprospma Unwira Gelar LCCM 2022 Tingkat SMP se-Kota Kupang

-News, NTT, Pendidikan-305 Dilihat

BINTANGFLOBAMORA.Com, Kota Kupang – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika (Himprospma), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang menggelar Lomba Cerdas Cermat Ilmu Matematika (LCCM) 2022 yang mengusung tema “Mengintegrasikan Prestasi dan Intelektual Demi Mewujudkan Generasi Milineal Matematis.”

Kegiatan dilaksanakan di Aula Santo Hendrikus, lantai empat Rektorat Unwira Kupang, Senin (26/9/2022).

Sebanyak 19 tim beradu cepat, cerdas dan cermat dalam perlombaan tersebut. Para peserta berasal dari sembilan SMP di Kota Kupang diantaranya SMPK Giovanni, SMPK Sta. Theresia, SMPK Adisucipto, SMPK Rosa Mistika, SMP Lentera Harapan, SMP Tunas Gloria, SMP Dian Harapan, SMPK St. Yoseph dan SMPN 2 Kupang.

Ketua panitia pelaksana, Dominika Puteri Welin melaporkan tujuan kegiatan LCCM yaitu mengembangkan minat dan bakat peserta didik dalam belajar matematika sekaligus menanamkan spirit berkompetisi secara sportif dan edukatif.

Dominika menjelaskan, dewan juri lomba sebanyak tiga orang yang merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Unwira.

Baca Juga:  SDK St. Yoseph 5 Kuaputu Kabupaten Kupang Porak-Poranda

“Peserta yang menang akan mendapatkan piala bergilir,” pungkasnya.

Ketua Himprospma, Br. Marianus Garfan ketika memberikan sambutan mengucapkan selamat datang kepada semua peserta dalam kegiatan LCCM. Ia berharap melalui kegiatan tersebut para peserta dapat dilatih tidak hanya berpikir cepat, tetapi juga cerdas dan cermat.

Penyerahan piala bergilir LCCM dari SMPK Sta. Theresia Kupang kepada Ketua Program Studi Pendidikan Matematika Unwira.

Sebelum perlombaan dibuka secara resmi, piala bergilir diserahkan terlebih dahulu dari SMPK Sta. Theresia Kupang sebagai juara bertahan kepada pihak penyelenggara. Ketua program studi pendidikan matematika Unwira, Aloysius J. Fernandez, M.Si dalam penyerahan tersebut mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah yang berpartisipasi dalam perhelatan LCCM 2022.

Aloysius mengatakan, tahun ini merupakan tahun kelima diselenggarakan LCCM. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini dilaksanakan untuk dua kabupaten yakni Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Kedepannya, lanjut Aloysius, pihaknya akan menyelelengarakan LCCM untuk sekolah sedaratan pulau Timor.

Sementara itu, Dekan FKIP Unwira, Dr. Damianus Talok, MA, dalam sambutan ketika membuka kegiatan, memberikan apresiasi kepada Himprospma yang didukung penuh Ketua Program Studi Pendidikan Matematika bersama para dosen karena sukses melaksanakan LCCM untuk yang kelima kalinya.

Baca Juga:  Memperingati BKSN 2022 SMPK Giovanni Gelar Perlombaan, Bunda Maria Beri Tanggapan

Damianus juga menyinggung pandemi Covid-19 yang melanda dunia kurang lebih tiga tahun, dimana krisis kesahatan tersebut sempat mengganggu momentum belajar yang membuat banyak peserta didik tidak mampu mengembangkan diri secara penuh. Ia mengajak semua peserta untuk bersyukur atas terselenggaranya LCCM sebagai ruang pengembangan diri.

“Kegiatan LCCM tahun ini harus kita syukuri karena kita diberikan momentum untuk bangkit mengembangkan potensi, mengambil dan merebut kembali seluruh kesempatan yang pernah hilang,” kata Damianus.

Ia berharap para peserta lomba, guru pendamping dan mahasiswa program studi pendidikan matematika sebagai calon guru, terus mengembangkan kemampuan dan keterampilan berpikir matematis yang menurutnya, menjadi salah satu kemampuan dasar yang wajib dimiliki oleh setiap individu.

“Matematika adalah salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki setiap orang. Cirikhas insan matematis adalah berpikir cepat, cerdas, cermat, kreatif dan inovatif,” tutupnya.

Baca Juga:  Transformasi Aloysius Menjadi Guru Moderen

Sebagai informasi, kgiatan LCCM 2022 terdiri dari babak penyisihan (Senin/26/9), babak semifinal (Selasa(27/9) dan babak final (Rabu/28/9).

Final LCCM harus didominasi soal HOTS

Kegiatan LCCM 2022, mendapat tanggapan dari salah satu dosen FKIP Unwira, Dr. Kristoforus Djawa Djong, M.Pd. Menurutnya, soal-soal yang diberikan kepada peserta didik pada babak final harus didominasi oleh soal yang bertipe Higher Order Thinking Skill (HOTS).

Kristoforus menjelaskan, HOTS merupakan kemampuan berpikir yang tidak sekadar mengingat, menyatakan kembali, atau merujuk tanpa melakukan analisis.

Lanjutnya, soal-soal HOTS bertujuan mengukur kemampuan dalam menghubungkan satu konsep ke konsep lainnya, mengolah dan menerapkan informasi, menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah termasuk menganlisis informasi secara kritis.

“Soal-soal yang berbasis HOTS bukan berarti soal yang lebih sulit. Soal HOTS akan memacu siswa untuk menajamkan logika, membangun pola pikir kritis, mengembangkan kreatifitas dan berdaya cipta,” terangnya.

Penulis : RHA

Komentar