oleh

Ini NTT ! Kisah Lilis, Seorang Muslim Yang Bahagia Bergabung Di Keluarga Mahasiswa Katolik Undana

-News, NTT-2061 Dilihat

BINTANGFLOBAMORA.Com, Kota Kupang – Terdapat sesuatu yang istimewa dari pelaksanaan Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) St. Stanislaus Fakultas Hukum Undana Kupang, NTT (17-20/Maret/2021).

Dari puluhan peserta, terdapat satu peserta non-Katolik yang turut berpartisipasi. Dia adalah Lilis Anjas Sari.

Dara kelahiran Manggarai 22 Oktober 2000 itu hadir di tengah-tengah puluhan mahasiswa katolik dengan busana muslim tulen sebagai salah satu peserta MPAB. Kehadirannya itu sontak menciptakan suasana haru bagi semua peserta yang mengisi Aula Sekolah Tinggi Teologi Naioni Kota Kupang.

Melalui keterangan tertulis yang diperoleh media, Lilis menuturkan, dirinya mengenal KMK St. Stanislaus sejak semester dua berawal dari cerita seorang sahabatnya. Semula Dia sempat berpikir bahwa KMK hanya membina mahasiswa yang beragama Katolik saja.

Baca Juga:  Perpaduan Ja'i, Dero dan Rayuan Pulau Kelapa, Antar "Laskar Stanislaus" Raih Juara Pertama Festival Seni KMK

Setelah mendapat penjelasan, bahwa KMK juga mengakomodir mahasiswa non-Katolik, Dia membulatkan tekadnya untuk bergabung bersama KMK.

Dalam kisahnya, ikhtiar Lilis untuk masuk KMK muncul pertama kali pada tahun 2020. Namun niatnya itu terhadang oleh penolakan dari keluarga yang bersikukuh tidak memberikan ijin.

Dengan penuh kegigihan, Lilis akhirnya berhasil meyakinkan keluarganya, bahwa satu-satunya niat yang memanggil dirinya untuk bergabung ke KMK adalah demi membina dan mengembangkan diri. Maka, mimpinya ber-KMK baru terwujud pada tahun 2021 ketika Dia beranjak masuk pada semester empat.

Baca Juga:  49 Anggota Baru Ipelmen Kupang Dilantik

Ketika mengutarakan isi hatinya, Lilis mengatakan, “Saya terobsesi dengan perubahan yang terjadi pada teman-teman, setelah ber-KMK, mereka selalu kompak dan bersatu dalam ruang persaudaran.”

“Saya perhatikan, setelah ber-KMK, ada peningkatan kualitas akademik, perubahan sikap dan berkembangnya kemampuan public speaking teman-teman saya, baik dalam kampus maupun di luar kampus”.

Lilis Anjas Sari Ketika Berpidato Dalam Ajang Pencarian Singa Podium di KMK St. Stanislaus

Setelah mengikuti MPAB, Lilis menyampaikan perasaan bahagia bercampur haru atas ruang pembinaan yang terjalin dalam ikatan keberagaman.

“Salah satu nilai yang saya dapatkan selama berproses di kegiatan MPAB adalah fraternitas yang terbentuk sangat erat,” ucapnya.

Lilis sedang berdiskusi bersama rekan-rekannya di KMK

Bergabungnya Lilis di KMK, mendapat respon dari kalangan alumni salah satunya Ardianus Leo Du, SH. Sebagai mantan ketua, Ardi memberikan apresiasi kepada Lilis yang telah bergabung dalam wadah KMK.

Baca Juga:  Bupati TTS Sambut Peserta KKBM KMK Hukum Undana

Dia juga mengatakan, “Inilah NTT. Kita hidup berdampingan dalam keberagaman, sama-sama belajar dan saling melengkapi.”

“Kisah Lilis Anjas Sari, merupakan salah satu dari banyak cerita toleransi di Nusa Tenggara Timur. Tak heran, NTT sering dijuluki dengan sebutan NUSA TOLERANSI TERINDAH,” ujar Ardi.

Berikut, tulisan Lilis Anjas Sari yang sedang viral dikalangan KMK Undana Kupang. Tulisan tersebut memuat isi hati dan alasannya bergabung dalam organisasi KMK St. Stanislaus Fakultas Hukum Undana.

Keterangan tertulis : Ardianus Leo Du, SH

Editor : AGN

Komentar