oleh

Inkonsistensi Eksistensi Covid-19, Warga Manggarai Barat Panas Membahas

‘’Ini bukan wabah virus melainkan wabah ketakutan & pandemi PCR”

Oleh : YOSTAVIA MUN

Sejak Maret 2020, Covid-19 bukanlah santapan basi untuk dilahap seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Meski dengan sikap yang berbeda menyambut dan menanggapi eksistensi pandemi ini, tetapi hal tersebut tidak menyebabkan isunya luput dari sorotan publik. Muncul pro-kontra tanggapan, bahkan tumpah tindih kebijakan membuat sebagian kecil masyarakat merasa tidak simpatik dan menyikapinya dengan pasif dan membuat isunya makin sedap untuk dilahap oleh sebagian besar kelompok masyarakat lainnya.

Peliput berita, misalnya. Isu terkait pandemi ini tetap fokus diliput. Penyalurannya melalui media cetak pun digital. Bahkan, masyarakat awam juga tidak kalah update sama profesi jurnalis. Selain mengkonsumsi berita, masyarakat pun aktif mengemas berita-berita yang didapat dari berbagai sumber itu untuk kemudian membandingkan konsistensi dan menemukan kesimpulannya sendiri.

Berkat kekritisan masyarakat tersebut, media sosial  yang sudah tidak terhindarkan dari pegangan setiap orang pun ramai menampilkan diskusi menebar pencerahan terkait isu yang panas menyebar.

Baca Juga:  Diduga Tertekan Tangani Pasien Covid-19, Seorang Dokter Bunuh Diri

Contohnya, Demokrasi Mabar. Grup facebook yang men-tagline dirinya ‘’Demokrasi” tersebut adalah grup yang tidak asing bagi orang Manggarai, bahkan menjadikannya sebagai rumah muara pertemuan dan diskusi segala isu yang diliput dan krusial salah satunya terkait pandemi covid yang sedang terjadi.

Pasalnya, eksistensi covid-19 ini masih abu-abu, kebijakannya pun dianggap tidak konsisten. Tak pelak, banyak masyarakat awam, terlebih yang enggan mengkritisi informasi yang masuk, menjadi begitu panik.

Salah satu postingan yang menuai warna-warni kritik dan tanggapan adalah kiriman akun dengan nama Marsel Loys Mburung yang mengutip pernyataan Dr. Samuel L. Simon, SpKK.

‘’Ini bukan wabah virus melainkan wabah ketakutan & pandemi PCR – Dr. Samuel L. Simon. SpKK,” pada Senin, 19/07/2021.

Ragam komentar pun bermunculan. Ada yang memberikan testimoni kesamaan pengalaman, ada yang berujar kritikan maupun saran.

Baca Juga:  Joe Biden Berikan Insentif Rp1,4 Juta Bagi Warga yang Mau Divaksin Covid-19

‘’Ini memang nyata virus, tidak perlu ditakuti. Ikuti saja,’’ ujar pemilik akun@Tauk Hans.

Ada lagi akun @Bone Marut, ‘’Bagi yang belum kena memang mudah untuk berkata, bagi yang sudah kena justru mendoakan supaya orang yang meremehkan virus ini  mudah-mudahan kena agar dia sadar dan tau apa yang dia katakan. Anak-anak saya sudah merasakan dan berkat isolasi mandiri dan penangan dokter profesional, Puji Tuhan sudah sembuh. Butuh istirahat lagi beberapa hari walau sudah sembuh’’.

Komentar yang unik muncul dari akun @Oktavian Mahon, ’’Sepakat, saya demam, flu dan batuk, tapi saya tidak percaya pandemi. Cukup obat batuk, flu, dan demam yang ada di apotek, akhirnya sembuh.’

Sementara itu akun @Marsel Loys Mburung juga membagikan pengalaman keluarganya melawan Covid-19.

‘’Kami sekeluarga juga sudah kena dan sembuh semua. pake vitamin C dan berjemur dimatahari tapi nomor satunya tetap rilex n gembira hati. Rutinitas biasa saja, tidak pake panik.”

Baca Juga:  Anggota DPR Dapat Jatah Isoman di Hotel Bintang 3, Formappi Beri Kritik Keras

Melihat aneka komentar tersebut diatas, meski tidak berbentuk diskusi yang potensial mencerahkan keterbelitan isu, setidaknya kita sekalian sedikit terbuka dengan kemungkinan baru ketika berkaca pada pengalaman orang lain untuk selanjutnya mengurangi intensitas kepanikan kita.

Semua orang terjebak pada keadaan yang sama, keadaan yang oleh sebagian besar orang menamakannya sebagai keadaan tersulit, tetapi tidak berarti kita kehilangan harapan untuk bersyukur dan sukacita merayakan hidup. Setidak-tidaknya, keberhasilan kita dalam mengendalikan kepanikan diri, mengolah dan membut imunitas tubuh kita tetap terjaga.

Seperti yang kita ketahui, pemerintah pun mengerahkan aneka cara untuk meningkatkan imunitas tubuh kita baik melalui proses vaksinasi maupun dengan metode anjuran hidup sehat untuk menjaga stamina tubuh. Pikiran sehat, imun kita tentunya ikut sehat. Salam

Komentar