oleh

Ipelmen Kupang Gandeng Ilmuwan Psikologi Berikan Psikoedukasi di Desa Tinabani Ende

-News, NTT, Pendidikan-241 Dilihat

BINTANGFLOBAMORA.Com, Ende – Memperingati Hari Anak Nasional yang biasa dirayakan pada 23 Juli, kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Ende (IPELEMEN) Kupang menggelar sosialisasi psikoedukasi kepada anak-anak Sekolah Dasar Katolik (SDK) Bu’ube’i di Desa Tinabani, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Sabtu, 23 Juli 2022.

Kegiatan tersebut menghadirkan Ilmuwan Psikologi muda, Andini Fransiska Dhapa Saka, S.Pd. M.Psi sebagai narasumber. Dengan metode bermain, bernyanyi dan mendongeng, Andini memberikan pemahaman kepada peserta kegiatan tentang upaya pencegahan pelecehan seksual terhadap anak.

Ilmuwan Psikologi, Andini Fransiska Dhapa Saka, S.Pd. M.Psi bersama pengurus Ipelmen dan anak-anak sekolah dasar di Desa Tinabani.

Dalam pemaparannya, Andini menyatakan bahwa data kasus kekerasan seksual pada anak lebih banyak bersumber dari orang-orang terdekat, baik di lingkaran keluarga maupun di lingkungan sekolah. Oleh sebab itu, ia mengharapkan kegiatan sosialiasi wajib dilakukan sebagai bentuk upaya preventif dan perlindungan terhadap anak.

Baca Juga:  49 Anggota Baru Ipelmen Kupang Dilantik

“Kegiatan sosialisasi semacam ini perlu dilakukan. Pemerintah daerah bisa menjadi sponsor, demikian pula sekolah, gereja dan semua pemerhati pendidikan anak harus ambil bagian untuk membentengi anak dari berbagai modus kekerasan seksual,” katanya.

Andini mengatakan ada beberapa langkah perlindungan diri yang bisa dilakukan anak ketika menghadapi situasi yang mengarah pada pelecehan seksual. Pertama, anak-anak harus mengenal organ-organ tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain kecuali untuk keperluan pemeriksaan kesehatan oleh dokter.

Kedua, anak-anak harus berani mengatakan tidak atau berani menghindar ketika ada orang lain yang mendekat dengan tujuan yang mengarah pada pelecehan.

Ketiga, anak-anak harus berani mengatakan dan melapor berbagai tindakan kekerasan seksual yang dialaminya atau dialami orang lain kepada pihak-pihak berwenang.

Baca Juga:  FTBM Ende Gandeng YASPORA NTT Gelar Webinar HAN 2021

“Untuk yang ketiga ini penting. Terkadang korban menjadi bungkam karena merasa malu, takut, apalagi pelakunya adalah keluarga, tetangga atau teman,” katanya.

Andini mengingatkan, peran orang tua sangat urgen. Menurutnya, selain wajib memberikan pendidikan seksual bagi anak sejak dini, orang tua juga harus intens membangun komunikasi dengan anak agar mereka merasa dekat, menjadi pribadi yang terbuka dan berani berekspresi.

Ia juga berpesan kepada anak-anak agar terus belajar dan membekali diri dengan berbagai pengetahuan baik. Terutama dalam memproteksi diri dari gangguan yang datang dari luar, kekuatan diri sendiri harus terus-menerus dibangun.

“Orang pertama yang bisa melindungi kita adalah diri kita sendiri. Maka bekali diri dengan ilmu pengetahuan dan informasi baik mulai dari sekarang untuk masa depan yang cerah,” pesannya.

Baca Juga:  Tak Mengerjakan Tugas, Siswa di NTT Meninggal Dianiaya Guru

Sementara itu, kepala sekolah SDK Bu’ube’i, Dionisius Rema mengatakan, materi yang diberikan ikut membentuk karakter anak-anak dalam menghadapi masalah parsial yang bisa saja dialami dalam lingkungan sekolah maupun di masayarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Ipelmen Kupang, Ritha Repi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada narasumber yang telah memberikan edukasi penting kepada anak-anak. Ia mengatakan, tantangan yang akan dihadapi anak-anak ke depan sangat besar, maka kegiatan tersebut bermanfaat untuk melindungi perjalanan hidup anak-anak yang adalah generasi penerus bangsa untuk menggapai cita-cita dan harapan.

Sebagai informasi, kegiatan sosialisasi Psikoedukasi terintegrasi dalam kegiatan Pekan Pengabdian Masyarat (PPM) Ipelmen Kupang di Desa Tinabani.

Laporan tertulis : Pengurus Ipelmen

Komentar