oleh

Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Oleh Ketua DPRD Kota Kupang Telah Selesai

-News, NTT-871 views

Setelah bergulir kurang lebih tiga bulan, kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe kini telah usai

Oleh: Ardi Leo Du, 29 Juli 2021

BINTANGFLOBAMORA.Com, Kota Kupang – Kasus viral beredarnya potongan rekaman suara diduga mirip Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe yang isinya menuding aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Kota Menggugat (SIKAT) Kupang, di kantor DPRD Kota Kupang, Kamis (27/5/2021) didalangi oleh kelompok orang Flores yang beragama Katolik dengan tujuan memaksa dirinya mundur dari jabatan Ketua DPRD Kota Kupang yang berasal dari Rote dan beragama Protestan.

Atas tindakan tersebut sontak memantik kecaman publik terhadapnya.

Dirinyapun dilaporkan oleh beberapa aliansi baik dari organisasi kemahasiswaan maupun organisasi kemasyarakatan.

Setelah bergulir kurang lebih tiga bulan, kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe kini telah usai.

Baca Juga:  Yeskiel Loudoe Kembali Dilaporkan Forkon Muda Kota Kupang

Kamis, 29 Juli 2021 Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe mendatangi Aliansi Mahasiswa Pemuda Anti Sara (AMPAS) Kota Kupang di Marga Juang PMKRI Cabang Kupang.

Dalam pertemuan tersebut, Koodinator Aliansi Mahasiswa Pemuda Anti Sara (AMPAS) Kota Kupang Rino Sola yang didampingi Ketua PMII Cabang Kupang, Ketua PMKRI Cabang Kupang, Ketua HIPMMATIM Kupang menjelaskan bahwa semua persoalan akan bisa terselesaikan apabila melalui komunikasi dan pertemuan tatap muka secara kekeluargaan

“Kami dari aliansi mengucapkan terimakasih atas kehadiran Bapak Yeskiel Loudoe untuk bertemu teman-teman Aliansi. Sesuai adat ketimuran kita bahwa ketika ada pertemuan dan berbicara dari hati ke hati maka semua persoalan selesai,” ungkap Rino.

Sementara itu Yeskiel Loudoe menyampaikan bahwa dirinya atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan terimakasih atas keterbukaan dari aliansi yang telah menerima kedatangan dirinya bersama keluarga.

Baca Juga:  Beredar Rekaman Diduga Ketua DPRD Kota Kupang, Keluarkan Pernyataan Berbau SARA

“Kedatangan saya bersama istri dan keluarga pada saat ini mengucapkan terimakasih atas keterbukaan diri ade-ade untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan,” ungkap Yeskiel.

Sementara itu Ketua PMKRI Cabang Kupang Alfred Saunoah menyampaikan persoalan yang menimpa Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe tersebut tidak berlanjut lagi dan telah selesai.

“Persoalan yang selama ini bergulir telah selesai dan mewakili teman-teman aliansi menegaskan bahwa persoalan ini tidak akan berlanjut lagi,” tegas Saunoah.

Hal serupa juga diungkapkan Ketua PMII Kupang Ikhwan Syahrar pada Intinya dirinya bersama rekan-rekan aliansi sangat mengharapkan pertemuan ini terjadi agar Ketua DPRD Bisa fokus menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat.

“Kami semua bersama teman-teman aliansi selama ini mengharapkan pertemuan ini bisa terlaksana sehingga Bapak Yeskiel Loudoe bisa terfokus dengan urusan pemerintahan sebagai wakil rakyat masyarakat Kota Kupang” ungkap Ikhwan.

Baca Juga:  Sah, Laporan Terkait Yeskiel Loudoe Oleh Aliansi Mahasiswa Diterima Polda NTT

Kristian Jiu Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Asal Kabupaten Manggarai Timur (HIPMMATIM) Kupang menyebutkan dalam adat istiadat Manggarai momentum seperti ini adalah momentum “Lonto Leok“.

“Saya secara pribadi juga mewakili teman-teman menyampaikan apresiasi kepada keluarga Bapak Yeskiel Loudoe yang sudah dengan rendah hati datang bertemu kami untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan. Seperti halnya juga dalam adat istiadat Manggarai momentum seperti ini adalah momentum “Lonto Leok” yang artinya momentum dimana kita duduk bersama untuk menyelesaikan sebuah persoalan secara kekeluargaan,” kata Kristian.

Untuk diketahui bersama, dengan adanya pertemuan Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe bersama Aliansi Mahasiswa Pemuda Anti Sara (AMPAS) Kota Kupang di Marga Juang PMKRI Cabang Kupang tersebut. Maka persoalan dugaan ujaran kebencian telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Komentar