oleh

Kisah Anak Haram Yang Menjadi Menteri

“Aku Lahir dari hasil perkosaan seorang pria terhadap ibuku yang bisu, tuli dan miskin sehingga aku tidak mengenal lagi siapa ayahku”

BINTANGFLOBAMORA.COM – Ibuku bisu, tuli, dan sangat miskin. Suatu hari, sesosok pria memperkosa ibuku hingga hamil. Lahirlah aku tanpa pernah kenal siapa ayahku.

Karena menanggung malu, ibuku melahirkanku di kebun yang sepi tanpa bidan. Yang menolong ibuku melahirkanku adalah seorang ibu tua pemilik kebun.

Kami hidup sangat miskin, hingga dalam umur yang masih sangat muda, aku terpaksa bekerja untuk mencari sesuap nasi untukku dan ibuku karena saat itu ibuku sakit stroke.

Aku bekerja sebagai buruh kasar di perkebunan kapas. Aku benci keadaan saat itu. Aku kecewa pada TUHAN saat itu, karena DIA tidak adil atas hidupku. Di saat kebanyakan anak-anak menikmati hidup layak, aku harus bergumul dalam penderitaan.

Sungguh, aku tidak paham mengapa aku dilahirkan dan tidak melihat kehidupan yang baik di masa depan. Teman-teman seusiaku sering mencemoohku. Mereka memanggilku si ‘anak haram’, dan mereka tidak mau berteman denganku.

Suatu hari, aku bertemu dengan seorang pendeta. Beliau berkata kepadaku: “Azie.. (namaku Azie) tahukah kamu bahwa hidup ini adalah anugerah, Nak? TUHAN memberikan kamu kebebasan memilih. Mau tetap mengeluh seperti ini atau bangkit dari kemiskinan, pilihan itu ada di tanganmu, Nak.

Perlu kamu tahu rencana TUHAN atasmu bukan rencana kecelakaan, melainkan hari depan yang penuh harapan. Selama bisa memilih, pilihlah yang terbaik.” Nadanya lirih penuh makna.

Kata-kata pendeta itu membangkitkan semangatku untuk berdiri tegak, dan doa ibu membuatku kuat menghadapi tantangan hidup. Akhirnya aku pilih keluar dari rasa kecewa dan tak berguna ini.

Baca Juga:  Bangkit Membangun Bangsa Dari Tempat Tinggal

Singkat cerita, aku mulai bekerja dengan giat untuk membiayai sekolah dan kehidupan ibuku. Berkat doa ibuku serta kerja keras yang ulet, akhirnya TUHAN memberkatiku dengan melimpah, aku meraih kesuksesan.

Tahukah kamu siapa aku?

Aku adalah AZIE TAYLOR MORTON, Menteri Keuangan Amerika Serikat pada zaman Presiden Jimmy Carter

Redaksi Bintangflobamora.com mendapat goresan kisah di atas dari beranda facebook dengan nama akun Umbu Max. Tim redaksi kemudian mencari referensi tambahan tentang seorang Azie Taylor Morton. Akhirnya redaksi mendapat ulasan singkat tentangnya yang dimuat di media topcarrer.id yang diedit oleh Ade Irwansyah. 

Azie Taylor Morton adalah seorang wanita, guru, politisi dan satu-satunya orang berkulit hitam keturunan Afrika-Amerika yang pernah memegang posisi Menteri Keuangan Amerika Serikat.

Azie lahir dari Fleta Hazel Taylor, seorang ibu yang tuli dan bisu, pada 1 Februari 1936 di komunitas kecil St John Colony of Dale, Texas. Azie tidak pernah mengenal siapa ayahnya dan ia dibesarkan oleh kakek-nenek dari ibunya di sebuah pertanian kecil. Selama masa remajanya, Azie hidup sangat miskin dan harus bekerja di ladang kapas.

Meskipun dia tidak buta, tuli, atau yatim piatu, dia bersekolah di Texas Blind, Deaf, dan Orphan School selama tahun-tahun karena tidak ada sekolah menengah yang mau menerima orang Afrika-Amerika di Dale. Dia lulus pada usia 16 tahun.

Pada tahun 1952 Taylor mendaftar di Universitas Huston-Tillotson, sebuah perguruan tinggi khusus kulit hitam di Austin, Texas. Empat tahun kemudian ia lulus cumlaude dengan gelar sarjana ekonomi . Azie kemudian berusaha untuk mendaftar di program pascasarjana University of Texas tetapi ditolak masuk dengan alasan bahwa ia memiliki program sarjana yang tidak memadai.

Baca Juga:  Kenali Sosok Bambang Susantono, Dikabarkan Bakal Menjadi Kepala IKN Nusantara

Hal ini dikarenakan peraturan segregasi atau pemisahan berdasar ras yang berlaku di negara bagian Texas. Aturan itu melarang orang kulit hitam mendaftar program sarjana, sehingga ia tidak dapat menyelesaikan persyaratan penerimaan.

Azie tak menyerah begitu saja, ia pun tak tinggal diam dengan mengambil pekerjaan sebagai guru di sekolah yang disponsori negara untuk anak perempuan nakal. Setelah satu tahun ia kemudian dipekerjakan sebagai asisten Presiden Huston-Tillotson selama beberapa bulan sampai dia diminta bekerja di kantor pusat negara bagian Texas AFL-CIO di Austin.

Jadi menteri keuangan

Pada tahun 1961 dia diundang oleh Presiden John F. Kennedy untuk bekerja di Committee on Equal Employment Opportunity. Dia tetap bersama komite selama 20 tahun dan telah mengisi berbagai posisi. Azie melepas masa lajangnya dengan menikahi James Homer Morton pada tahun 1965.

Walau telah menikah, Azie tetap terus melanjutkan sepak terjang kariernya, akhirnya pada tahun 1977 Azie menerima undangan Presiden Jimmy Carter untuk menjadi menteri keuangan. Ia menjadi menteri keuangan ke-36 Amerika Serikat. Dia memegang jabatan itu sejak 12 September 1977 hingga 20 Januari 1981.

Sebagai menteri keuangan, tandatangannya terdapat dalam uang pecahan dolar AS.

Selain menjabat sebagai menteri keuangan, dia juga merupakan anggota Delegasi Amerika ke Roma, Italia untuk Penobatan Paus Yohanes Paulus II tahun 1978, sebagai Ketua Misi Rakyat untuk Rakyat ke Uni Soviet dan China pada tahun 1986, dan menjadi Pengamat Pemilu untuk pemilihan Presiden di Haiti, Senegal dan Republik Dominika. Azie pun menjabat sebagai wakil dari Konferensi Afrika / Afrika Amerika pertama yang diadakan di Afrika.

Baca Juga:  Sadiq Khan, Wali Kota Muslim Pertama di London Yang Merangkul Semua Golongan

Setelah kembali ke Austin, Morton bertugas di Austin Housing Authority Board of Commissioners (HACA) atau Dewan Komisaris Badan Perumahan Austin dari tahun 1999 hingga 2001. Untuk menghormati jasanya, HACA menciptakan Dana Beasiswa Azie Morton untuk siswa berpenghasilan rendah di Huston-Tillotson.

Nama jalan

Azie Taylor Morton mengalami stroke yang cukup berat di rumahnya di Austin Texas pada 6 Desember 2003. Dia pun meninggal pada hari berikutnya karena komplikasi akibat stroke.

Azie meninggalkan dua orang putri. Pada bulan April 2018 lalu, Jalan Robert E. Lee di Austin diganti namanya menjadi Jalan Azie Morton untuk menghormatinya.

Terlepas dari masa kecil yang kurang mampu, prestasi Azie Taylor Morton yang luar biasa bersama dengan semangatnya yang menginspirasi memberi harapan bagi mereka yang kurang beruntung.

“Ini bukan keberuntungan, dan bukan tentang keadaan, dan itu tidak dilahirkan dengan cara tertentu yang menyebabkan masa depan seseorang menjadi seperti apa,” kata Morton dalam buku Chicken Soup for the Soul at Work. Pekerjaan sepanjang hidupnya adalah kesaksian yang kuat untuk keyakinannya bahwa seseorang dapat mencapai apa pun yang mereka harapkan.

Komentar