oleh

Pengakuan Kakak Kandung, Sebelum Hilang dan Meninggal, Nani Welkis Dijemput Sosok Tak Dikenal

-News, NTT-34.476 views

Setelah sempat pulang ke kampung halamannya, pada Kamis (13/5/2021) sore, Nani kembali ke Kupang karena mendapat informasi tentang pekerjaan di Osmok, Kecamatan Alak dengan iming-iming gaji 1,2 juta rupiah. Menurut pengakuan Lili, adiknya dijemput sosok tak dikenal pada Jumat (14/5/2021).

Oleh : REDAKSI BINTANG FLOBAMORA, 18 Mei 2021

BINTANGFLOBAMORA.Com, Kupang – Jenasah perempuan yang ditemukan warga, Senin (17/5/2021) di RT 08 / RW 02, Kelurahan Batakte Kecamatan  Kupang Barat, Kabupaten Kupang telah teridentifikasi bernama Yuliani Ariani Welkis (Nani) berusia 19 tahun.

Saat ditemukan, kondisi tubuh Nani sudah membusuk dan sudah dipenuhi dengan ulat belatuk dan wajah korban sangat sulit untuk dikenali.

Berdasarkan pengakuan Lili (21) kakak kandung korban, keseharian Nani bekerja sebagai penjahit di salah satu rumah jahit di pasar Oebobo. Lanjut Lili, sosok pendiam itu kemudian memutuskan berhenti dan pulang ke kampung halamannya, Desa Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang.

Baca Juga:  Ojol Mengamuk di Markas Debt Collector, GARDA NTT Angkat Bicara

Pada, Kamis (13/5/2021) sore, Nani kembali ke Kupang setelah mendapat informasi tentang pekerjaan di Osmok, Kecamatan Alak dengan iming-iming gaji 1,2 juta rupiah.

Menurut Lili, adiknya dijemput sosok tak dikenal pada Jumat (14/5/2021). Nani sempat menyampaikan bahwa dirinya hendak pergi melihat lokasi kerja dan wawancara.

“Setelah itu, Nani tidak pulang-pulang. Komunikasi terakhir lewat telepon pada Jumad sore, yang angkat suara laki-laki,” terangnya.

Ditemukan Pada Hari Senin

Jenasah korban akhirnya ditemukan pada Senin (17/5/2021), di RT 08 / RW 02, Kelurahan Batakte Kecamatan  Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Saksi yang menemukan mayat korban adalah Januario Amtiran (18) warga RT 08/ RW 02 Kelurahan Batakte, Kupang Barat dan  Arif Purwanto (38) sesuai KTP beralamat di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Adapun kronologisnya, saat Tim Penelusuran dan Pemetaan Lokasi Milik PT. Dwimukti Graha Elektrindo melakukan Pemetaan Lokasi, salah satu Anggota Tim Pemetaan atas nama, Januario Amtiran melihat sesosok mayat berjenis kelamin Perempuan.

Baca Juga:  Ungkapan Hati Lili Welkis Setelah Pembunuh Adiknya Ditangkap

Januario pada saat itu langsung memberitahukan kepada Arif dan informasi tersebut selanjutnya diteruskan melalui  telepon kepada Ketua Tim Pemetaan, Bagus Karismanto.

Tidak berselang lama, Kanit Intel Polsek Kupang Barat , Bripka Pius Pawe, Kapolsek Kupang Barat Ipda Sadikin, S.Sos bersama Anggota langsung menuju ke TKP untuk dilakukan Pengamanan TKP.

Pada Pukul 17.00 Wita, Piket SPKT Polres Kupang Ipda Mansur Saleh bersama Anggota Jaga dan Anggota Identifikasi Polres Kupang bersama Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uli dr. Edi Hasibuan, Spf, M.H Kes langsung melakukan identifikasi.

Dugaan Pembunuhan

Kondisi korban sudah banyak ulat belatuk dan sebagian tubuh sudah hancur sehingga korban langsung dievakuasi menggunakan kantung mayat dan di angkut menggunakan Mobil Patroli Polres Kupang.

Barang Bukti yang ditemukan di TKP antara lain, uang Rp 20.000 (dua puluh   ribu) sebanyak 2 lembar, masker putih yang dalam maskernya masih ada bekas bibir merah, sendal satu pasang, celana panjang warna   biru yang menutupi perut korban.

Baca Juga:  Kepergian Nani Welkis Tinggalkan Pesan Penting

Korban ditemukan dalam keadaan tidak berbusana selain menggunakan baju kaos oblong warna biru kotak hitam.

Pantauan media bintangflobamora.com di RS. Bhayangkara, Senin (17/5/2021) malam, terdapat luka tusukan di dada dan luka benturan benda keras di kepala bagian belakang. Dugaan dari keluarga, korban mengalami aksi kekerasan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Novi Possu ketika dikonfirmasi media di kediaman sementara dari korban di RT 42/ RW 13 Fatululi (Senin, 17/5/2021 malam) menyampaikan pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

“Kita masih mengumpulkan bukti-bukti dan meminta keterangan dari orang-orang dekat korban untuk mendeteksi pelaku dan motifnya,” ujar Novi.

Komentar