oleh

Maurizio Sarri, Mantan Pegawai Bank yang Kini Ditunjuk Jadi Pelatih Lazio

Maurizio Sarri meninggalkan kenyamanan dan kemapanannya sebagai seorang bankir untuk menekuni hobinya di masa muda, yaitu sepak bola. Pilihannya tidak keliru. Ia berhasil mencatatkan prestasi sebagai seorang pelatih yang diperhitungkan di dunia sepak bola.

Oleh: AGUSTINUS NAGI, 10 Juni 2021

BINTANGFLOBAMORA.com, Roma Maurizio Sarri meninggalkan kenyamanan dan kemapanannya sebagai seorang bankir untuk menekuni hobinya di masa muda, yaitu sepak bola. Pilihannya tidak keliru. Ia berhasil mencatatkan prestasi sebagai seorang pelatih yang diperhitungkan di dunia sepak bola.

Kecintaannya pada sepak bola, mengharuskan Sarri muda, menjadi bankir di pagi hari dan melatih beberapa tim amatir pada sore dan malam harinya.

Fokus di Sepak Bola

Saat berusia 40 tahun, Sarri benar-benar meninggalkan pekerjaannya sebagai pegawai bank, yang dianggap nyaman bagi sebagian besar orang, demi mengejar gairahnya di sepak bola.

Baca Juga:  Carlo Ancelotti, Pelatih yang Merebut Gelar La Decima Bersama Real Madrid Telah Kembali

Pada 2012, Sarri mendapat tawaran melatih klub Serie B Empoli di 2012. Di sinilah karier kepelatihannya mulai menanjak. Dia berhasil membawa Empoli promosi ke Serie A di tahun 2014. Musim pertamanya di Serie A, Sarri berhasil membawa Empoli lolos dari zona degradasi.

Barulah pada pada 2015, klub asal kota kelahirannya, Napoli, memutuskan untuk merekrutnya untuk menggantikan Rafael Benitez.

Dengan Partenopei dia hampir bisa memutus dominasi Juventus di musim 2017-2018, sayang Sarri hanya bisa membawa Napoli finis di posisi kedua dengan selisih empat poin saja dari Bianconeri. Tapi prestasinya itu membuat dia dilirik oleh klub besar, Chelsea. The Blues akhirnya merekrutnya di musim 2018-2019.

Maurizio Sarri berhasil membawa Chelsea juara Liga Europa musim 2018-2019

Bersama The Blues, Sarri berhasil meraih trofi Liga Eropa. Kepastian itu didapat setelah Chelsea mengalahkan Arsenal 4-1 di partai puncak. Ini adalah trofi pertamanya sebagai pelatih.

Baca Juga:  Ditinggal Zidane, Real "CLBK" dengan Carlo Ancelotti?

Di Chelsea, ia hanya bertahan setahun. Hubungan yang tak harmonis antara Sarri dengan pemain dan juga manajemen Chelsea membuatnya harus angkat kaki dari Stamford Bridge.

Kembali ke Italia (lagi)

Berhenti dari Chelsea, Sarri berlabuh ke klub di kota Turin. Ia menggantikan Massimiliano Allegri yang diberhentikan oleh manajemen Juventus. Sang pendahulu dicopot dari jabatannya karena gagal membawa klub menjadi juara Liga Champions.

Harapan yang sama dibebankan kepada Sarri. Pelatih berusia 62 tahun itu juga direkrut karena manajemen ingin Juventus memainkan sepakbola menyerang nan atraktif.

Pria kelahiran 10 Januari 1959 itu memang sukses membawa Juventus meraih Scudeto musim 2019-2020. Itu merupakan keberhasilan kesembilan secara beruntun bagi La Vecchia Signora.

Maurizio Sarri, saat merayakan gelar Serie A musim 2019-2020 (foto: AFP/Isabella Bonotto)

Sayangnya, manajemen menginginkan lebih, yakni trofi Liga Champions. Karena kegagalan Juventus di kompetisi kasta tertinggi Eropa, Sarri akhirnya dipecat.

Baca Juga:  Tinggalkan Lazio, Adik Legenda AC Milan Kini Jadi Pelatih Inter Milan

Belum genap setahun menganggur, Sarri dipinang klub ibu kota, Lazio. Ia menggantikan posisi Simone Inzaghi yang akan menangani Inter Milan musim depan.

“SS Lazio mengumumkan bahwa Maurizio Sarri adalah pelatih baru tim utama,” tulis Lazio pada laman resminya, Rabu (9/6/2021). Sarri dikontrak selama dua tahun hingga Juni 2023.

Ada yang menarik saat Lazio memperkenalkannya sebagai pelatih baru. Biancocelesti mengunggah sejumlah gambar yang identik dengan sang pelatih pada twiter.


Lazio juga mengumumkan bersama dengan pelatih Maurizio Sarri, bergabung juga staff teknis utama : Giovanni Martusciello, pelatih kedua; Davide Ranzato dan Davide Losi, pelatih atletik; Gianni Picchioni dan Marco Ianni, kolaborator teknis; Massimo Nenci, pelatih kiper.

Komentar