oleh

Pemkot Kupang Ancam Pidanakan Pelanggar Prokes

-News, NTT-864 views

Pemerintah Kota Kupang sedang mengkaji bersama kepolisian dan kejaksaan untuk memberikan sanksi pidana bagi pelanggar protokol kesehatan selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4

Oleh : ARDI LEO DU, 26 Juli 2021

BINTANGFLOBAMORA.Com, Kota Kupang – Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengancam akan memidanakan pelanggar protokol kesehatan (Prokes) selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man kepada media, Minggu (25/7/2021) malam menyusul ditetapkan PPKM Level 4 di Kota Kupang bersama dua kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur yakni Kabupaten Sumba Timur, dan Kabupaten Sikka.

Baca Juga:  Cek! Aturan Lengkap Pembatasan Aktivitas Selama Libur Idul Adha 2021

Pemberlakuan itu merupakan hasil rapat koordinasi pemerintah pusat pada Sabtu (24/7/2021), ada 45 kabupaten/kota di 21 provinsi di luar Pulau Jawa dan Bali yang wajib menerapkan PPKM Level 4.

Hermanus Man menerangkan Pemerintah Kota Kupang sedang mengkaji bersama kepolisian dan kejaksaan untuk memberikan sanksi pidana bagi pelanggar protokol kesehatan selama masa PPKM Level 4.

“Jadi Kapolres Kupang Kota, Dandim, dan Kejaksaan akan memberikan masukan masukan pasal-pasal mana saja yang bisa diterapkan, jadi bisa diancam dengan pidana bagi mereka yang melanggar (prokes),” kata Hermanus Man.

Baca Juga:  Empat Wilayah di NTT Masuk PPKM Level 4 yang Diperpanjang Hingga 23 Agustus

Dia menjelaskan ancaman pidana tersebut agar masyarakat lebih patuh dengan protokol kesehatan. Ia menegaskan karena sudah satu tahun lebih disosialisasikan sehingga tidak ada alasan lagi masyarakat untuk tidak taat aturan.

Hermanus mengaku telah melakukan rapat koordinasi dengan Forkopimda dan saat ini sedang dikaji dasar hukum memberikan sanksi pidana. Adapun penerapan PPKM Level 4 akan dilaksanakan di Kota Kupang mulai Selasa (27/7/2021).

Tim gabungan, jelas dia, akan melakukan patroli setiap harinya dimulai pukul 21.00 WITA selama penerapan PPKM Level 4. Dan bila ditemukan ada yang masih melanggar prokes akan langsung ditindak.

Hermanus mengatakan yang menjadi dasar diterapkan PPKM Level 4 oleh pemerintah salah satunya angka kasus kasus harian di kota Kupang yang tinggi, hampir 150 kasus. Selain itu ketersediaan tempat tidur di rumah sakit (Bed Occupancy Rate/BOR) sudah lebih dari 80 persen dari kapasitas yang ada.

Baca Juga:  Tolak Laporan Terkait Yeskiel Loudoe, Aliansi Mahasiswa Penuhi Mapolda NTT

Sementara itu Kapolda NTT, Irjen Pol Lotharia Latif telah memberikan arahan kepada seluruh anggota Polri di NTT agar mendukung satgas Covid-19 khususnya di wilayah Sumba Timur, Sikka dan Kota Kupang yang akan menerapkan PPKM Level 4. Kapolda NTT mengatakan pengawasan dan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat agar dilakukan secara humanis.

Komentar