oleh

Pengamat UI : Teror Bom Makasar Diduga Merupakan Aksi Balas Dendam

-Nasional, News-2431 Dilihat

BINTANGFLOBAMORA.Com, Nasional – Pengamat terorisme dari Universitas Indonesia Ridwan Habib menduga teror bom yang terjadi di gerbang Gereja Katedral Makasar, Minggu (28/3/2021) pagi dipicu oleh keinginan balas dendam oleh kelompok teroris di Indonesia.

Dalam dialog di salah satu stasiun televisi nasional, Ridwan mengatakan aksi teror tersebut bertujuan untuk menimbulkan rasa takut yang luas, karena kelompok teroris sengaja melakukan serangan pada hari Minggu bertepatan dengan ibadat misa Minggu Palma, yang sangat sakral bagi umat Katolik.

Menurutnya, indikasi tersebut membuktikan adanya konstruksi terorisme.

Ridwan merincikan mekanisme serangan yang terjadi di Makasar, menggunakan bom motor dengan maksud ditabrakan ke gereja. Dalam dugaannya, pola tersebut merupakan karakteristik dari kelompok atau sisa-sisa kelompok Neo JI yang sudah terlatih.

Baca Juga:  Terduga Teroris, Anggota Grup WA 'Batalyon Iman' Ditangkap

Berdasarkan perkembangan penanganan terorisme di Indonesia beberapa waktu terakhir, Ridwan menyimpulkan sementara, motif dari teror bom di Makasar dilatarbelakangi oleh aksi balas dendam.

Pertama, pembalasan dari penangkapan puluhan (30) pelaku teror dalam dua minggu terakhir oleh Densus 88 Mabes Polri yang berkaitan dengan gerakan Neo JI yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.

Kedua, pembalasan serangan dari sisa-sisa Mujahidin Indonesia Timur (MIT) atau simpatisan mereka yang berada di Makasar dengan tujuan mengalihkan kosentrasi pasukan yang sedang memburu Ali Kalora di Poso dan Palu.

Ridwan mengatakan bahwa dua kesimpulan sementara masih bersifat asumsi dan masih harus diperkuat dengan fakta dan bukti yang akurat.

Baca Juga:  Melawan Dengan Parang, Densus 88 Tembak Mati Terduga Teroris

“Itu masih sebatas asumsi. Harus dibuktikan, apa bahan bom dan bagaimana merakitnya, bagaimana pelaku melakukan serangan, apakah dipicu secara individual atau jarak jauh.”

Lanjut Ridwan, “Jika ada sisa-sisa wajah atau tubuh pelaku, bekas sidik jari maka bisa diidentifikasi, kita tunggu hasil penyelidikan dari pihak yang berwenang.”

Ketika ditanya tentang dari mana asal pelaku teror bom, Ridwan berkeyakinan pelaku adalah teroris lokal yang berdomisili di Sulawesi Selatan.

Dia mengatakan, jaringan teroris besar yang saat ini sedang dikejar Mabes Polri adalah JAD Pro ISIS dengan anggota sekitar 1200 orang dan NEO JI Al-Qaeda yang beranggotakan kira-kira 3000 orang.

Ridwan mengharapkan agar pihak Mabes Polri segera mengantisipasi adanya serangan susulan baik di Makasar maupun di kota-kota lainnya di Indonesia.

Baca Juga:  Mabes Polri Diserang, Pengamat UI : WARNING Untuk Istana Presiden

Dirinya juga berharap para pemuka agama, pemerintah daerah, aparat keamanan dan seluruh masyarakat dapat meredam dampak dari kejadian itu agar tidak melebar menjadi konflik yang lebih luas.

Kata Ridwan, “Teroris biasanya mempunyai motif, menimbulkan perasaan takut dan mencekam, diharapkan kemudian menimbulkan ketegangan yang meluas, memicu pembalasan dari komunitas lain dan pada akhirnya diharapkan terjadi perang saudara”.

“Untuk menggagalkan niat jahat teroris, yang harus dilakukan masyarakat adalah dengan memperkuat kerukunan antar warga dan menyerahkan sepenuhnya masalah tersebut kepada pihak-pihak yang berwenang untuk menyelesaikan,” tutur Ridwan.

Komentar