oleh

Perkara Pengangkatan Perangkat Desa Tubuhue TTS, Dimenangkan James Putu

-News, NTT-808 views

Fakta persidangan mengungkap, nilai yang diperoleh James A. Putu dalam seleksi perangkat desa merupakan yang tertinggi diantara calon lain yaitu 79 dengan rincian nilai 36 untuk ujian tertulis dan 43 untuk ujian lisan.

Oleh : ADRIANUS LEO DU, 25 Mei 2021

BINTANGFLOBAMORA.Com, Kupang – Gugatan James A. Putu yang diwakili oleh Kuasa Hukum Tesar Shan Demas Haba, dikabulkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Kupang dengan sengketa tentang pengangkatan perangkat Desa Tubuhue, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

“Dalam eksepsi, menolak eksepsi tergugat seluruhnya. Mengadili dalam pokok sengketa mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya,” demikian kutipan putusan majelis hakim PTUN Kupang yang diterima oleh media Bintangflobamora.com, 24/05/2021.

Baca Juga:  Sepekan Gelar KKBM, KMK Hukum Undana Minta Pemda TTS Atasi 4 Masalah di Desa Bone

Dalam sidang putusan itu, hakim menerima gugatan dari penggugat untuk seluruhnya. Dengan demikian, Surat Keputusan Nomor : 7/KEP/DS.Tubuhue/2020, tentang pengangkatan perangkat Desa Tubuhue, tertanggal 12 Agustus 2020 khususnya pada lampiran surat keputusan nomor urut 7, atas nama Simon P. Salukh pada jabatan sebagai Kepala Dusun Nifunenobais, tidak sah dan batal demi hukum

Tesar Shan Demas mengatakan tergugat tidak cermat dalam mengambil sebuah keputusan serta kurang memperhatikan semua regulasi yang ada. Menurutnya, tindakan tergugat bertentangan dengan peraturan Bupati TTS tentang rekomendasi tertulis  calon perangkat desa dan ketentuan teknis seleksi perangkat desa.

Baca Juga:  Sepekan Gelar KKBM, KMK Hukum Undana Minta Pemda TTS Atasi 4 Masalah di Desa Bone

“Dalam menerbitkan rekomendasi, camat wajib mempertimbangkan peringkatan ujian tertulis, ujian lisan dan ujian keterampilan mengetik menggunakan komputer dan pengalaman menjadi perangkat desa sebagai bahan pertimbangan, dengan wajib memprioritaskan peringkat terbaik calon perangkat desa,” ungkapnya.

Tesar menambahkan bahwa tergugat mengabaikan syarat batas umur yang diamanatkan oleh undang-undang sebagaimana tertuang dalam pasal 65 ayat (1) huruf (b), Peraturan Pemeritah Nomor 43 Tahun 2014 Tentang Peraturan Pelaksana Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

Fakta persidangan juga mengungkap pihak tergugat mengakui kalau penggugat adalah peringkat pertama dalam rekapan nilai hasil ujian perangkat desa tanggal 9 Maret 2020, sehingga semestinya dapat menjabat sebagai Kepala Dusun Nifunenobais, sesuai dengan bukti P-1 dan T-10 berita acara hasil rekapan nilai ujian seleksi perangkat Desa dan keterangan  saksi MN, NF, dan JF.

Baca Juga:  Sepekan Gelar KKBM, KMK Hukum Undana Minta Pemda TTS Atasi 4 Masalah di Desa Bone

Perlu diketahui bahwa penggugat telah memenuhi persyaratan bakal Calon Perangkat Desa, karena meraih peringkat pertama dalam ujian pengetahuan tentang desa yang dilaksanakan pada bula Februari.

Total nilai yang diperoleh yaitu 79 dengan rincian nilai 36 untuk ujian tertulis dan 43 untuk ujian lisan. Hasil tersebut kemudian ditetapkan dalam  Berita Acara Hasil Rekapan Nilai Hasil Ujian Seleksi Perangkat Desa pada tanggal 09 Maret 2020 yang bertempat di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten TTS.

Komentar