oleh

SMP Katolik Giovanni Siapkan Skema Pembelajaran Pasca Bencana

-News, NTT, Pendidikan-421 views

BINTANGFLOBAMORA.Com, Kota Kupang – Banjir dan badai siklon seroja yang menghujam Kota Kupang beberapa waktu lalu, turut memorak-porandakan lembaga pendidikan SMP Katolik Giovanni Kupang.

Berdasarkan keterangan yang diterima media, luapan kali Merdeka pada Jumat (2/4), mengakibatkan   halaman sekolah dan 17 ruangan dibanjiri air dengan tinggi hampir satu meter. Dilanjutkan dengan badai siklon seroja pada Minggu (4/4) dini hari, atap ruangan kelas di lantai tiga rusak parah.

Hingga Senin (12/4) pembelajaran belum diefektifkan. Selain karena seluruh perangkat sekolah masih fokus membenahi sejumlah fasilitas yang rusak dan terdampak, jaringan internet sebagai satu-satunya saluran pembelajaran online juga belum berjalan normal di Kota Kupang.

Kepala SMP Katolik Giovanni, Kornelis Seran Nahak menyampaikan dampak dari luapan kali Merdeka meninggalkan lumpur dengan tebal 10 – 15 cm di setiap ruangan yang digenangi air. Lanjutnya, sampah dan material lain yang terseret banjir juga memenuhi halaman sekolah.

Kepala SMPK Giovanni Kupang, Kornelis Seran Nahak, S.Pd, M.Hum

“Pasca banjir dan badai, guru dan pegawai bergotong royong membersihkan kembali fasilitas sekolah yang kotor. Sampai dengan hari ini (Senin/12/4), pembersihan masih dilakukan dan akan kembali dilanjutkan besok (Selasa/13/4).”

“17 ruangan yang terkena banjir sudah selesai dibersihkan. Besok, guru dan pegawai akan memperbaiki paving blok di halaman sekolah yang rusak parah,” katanya.

Belum dapat dipastikan total kerugian akibat bencana tersebut, tetapi Kornelis menyatakan, perangkat elektronik seperti komputer, printer, kulkas, speaker dan telepon sekolah mengalami kerusakan akibat terendam air selama beberapa hari.

Dia mengungkapkan, pihak Yayasan Swastisari Keuskupan Agung Kupang sebagai naungan lembaga pendidikan SMPK Giovanni, telah datang meninjau sejumlah fasilitas yang rusak sekaligus memberikan kekuatan moril kepada guru dan pegawai.

Guru dan pegawai SMPK Giovanni sedang membersihkan material yeng terbawa banjir memasuki areal sekolah

Kapan Pembelajaran Kembali Dimulai ?

Berkaitan dengan kapan pembelajaran akan kembali dimulai, Kornelis mengatakan, rencananya pembelajaran akan disesuaikan dengan kualitas jaringan internet dan perbaikan jaringan listrik di Kota Kupang.

“Dengan mempertimbangkan kondisi jaringan internet dan jaringan listrik yang belum normal di Kota Kupang, pembelajaran kemungkinan belum dapat diaktifkan dalam waktu dekat.”

“Selama ini, pembelajaran dilaksanakan secara daring melalui Zoom atau Google Meet. Sebagai langkah antisipasi, sekolah akan mempersiapkan pembelajaran secara luring, jika upaya perbaikan jaringan berlangsung lama,” ujarnya.

Kornelis menerangkan, masing-masing peserta didik memiliki 10 buku paket mata pelajaran yang digunakan untuk pembelajaran selama ini. Menurutnya, itu dapat memperlancar pembelajaran secara luring.

Ucapnya, “Dalam pembelajaran luring, guru bisa memberikan arahan materi, latihan dan tugas pada buku pelajaran pegangan peserta didik, kemudian menyepakati limit waktu bersama-sama dengan peserta didik.”

“Saat ini kita juga masih dalam situasi pandemi Covid-19, belum ada arahan untuk pembelajaran tatap muka. Namun pembelajaran masih bisa dilakukan melalui media dokumen,” sambungnya.

Baca Juga:  SMPK Giovanni Gelar Festival Literasi Siswa Berkolaborasi Dengan Keluarga

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumuliahi Djami, mengatakan pembelajaran online belum dapat dilaksanakan secara optimal mengingat jaringan internet yang masih mangalami gangguan hampir di seluruh wilayah Kota Kupang.

“Jaringan telepon, internet dan listrik belum normal secara keseluruhan di Kota Kupang sehingga pembelajaran online sulit untuk dilakukan,” katanya kepada media melalui sambungan telepon, Senin (12/4).

Namun, Dumuliahi memberi instruksi kepada sekokah terutama para guru untuk tetap menjalin komunikasi dengan peserta didik dan orang tua, guna memberikan motivasi dan memulihkan psikis  peserta didik pasca bencana, terutama yang terdampak dan menjadi korban bencana. (AGN)

Guru dan pegawai SMPK Giovanni usai membersihkan lokasi sekolah yang berada tepat di bentaran kali Merdeka Kota Kupang

Komentar