oleh

SMPK Frater Maumere Jadi Sekolah Model Literasi

-News, NTT, Pendidikan-430 views

Pada Sabtu (1/5/2021), SMP Katolik Frater Maumere meresmikan sejumlah fasilitas yang baru dibangun di lingkungan pendidikan tersebut. Tampak Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Uskup Maumere, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, Pr dan Ketua FTBM NTT, Polikarpus Do, hadir dalam acara peresmian. Ketiga tokoh itu, kompak dalam pernyataan yang identik, SMP Katolik Frater Maumere layak menjadi sekolah model literasi di NTT.

Oleh : AGUNG HERMANUS RIWU, 2 Mei 2021

BINTANGFLOBAMORA.Com, Maumere – Sabtu (1/5/2021) menjadi tanda dibukanya sejumlah fasilitas pendidikan baru di lingkungan SMPK Frater Maumere yakni Laboratorium IPA, Perpustakaan dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Semakin istimewa, pada hari yang sama juga diluncurkan buku dengan judul Gemu Fa Mi Re.

Baca Juga:  Gerakan Sejuta Buku Segera Diluncurkan di NTT : Memerdekakan Masyarakat Dengan Buku

Momentum peresmian fasilitas pendidikan itu, disimbolkan dengan penggutingan pita oleh Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo dan penyiraman air berkat oleh Uskup Maumere, Mgr.Ewaldus Martinus Sedu, Pr.

Dalam khotbahnya ketika memimpin misa pemberkatan, Mgr. Ewaldus mengatakan hadirnya sejumlah fasilitas baru di kompleks pendidikan naungan Yayasan Mardi Wiyata tersebut sebagai sebuah prestasi yang luar biasa dan spektakuler.

“Pemberkatan Laboratorium IPA, Perpustakaan dan Taman Baca Masyarakat (TBM) milik SMPK Frater ini merupakan sebuah prestasi yang luar biasa dan spektakuler ketika rahmat sarana dan prasarana menjadi pendukung kegiatan belajar mengajar yang efektif,” katanya.

Dia berpesan, agar fasilitas tersebut, yang dibangun dengan biaya besar dapat dimanfaatkan dengan baik demi peningkatan kualitas sumber daya manusia, tidak hanya bagi peserta didik dan guru sebagai warga sekolah, tetapi juga menjangkau masyarakat luas di Kabupaten Sikka.

Baca Juga:  Yang Menarik Di Acara IKKEF, Pantun Polikarpus Berhasil Getarkan Panggung Pelantikan

Sementara itu, Bupati Sikka yang akrab dipanggil Roby Idong, ikut memberikan apresiasi kepada SMPK Frater dan Yayasan Mardi Wiyata yang serius melakukan inovasi dan pengembangan sekolah.

“Saya menyampaikan apresiasi atas pelbagai terobosan yang dilakukan SMPK Frater dan Yayasan Mardi Wiyata ini,” kata Roby.

Alumni SMPK Frater tahun 1988 itu, juga menyebut sekolahnya merupakan salah satu model yang memajukan literasi di Kabupaten Sikka dalam menumbuhkan minat baca siswa dan masyarakat.

Menegaskan pernyataan Bupati Sikka, Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) NTT, Polikarpus Do, menyatakan SMPK Frater telah memenuhi indikator sebagai sekolah model literasi di NTT.

Baca Juga:  Literasi sebagai Gerbang Peradaban Generasi di Perbatasan
Ketua FTBM NTT, Polikarpus Do melantik pengelola TBM SMPK Frater Maumere yang diresmikan pada Sabtu, 1/5/2021

Polikarpus merincikan beberapa poin yang memperkuat SMPK Frater pantas dijadikan sebagai sekolah model antara lain, pemenuhan standar nasional pendidikan, adanya tahapan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang dikembangkan secara masif, tersedianya ruang-ruang baca yang nyaman bagi warga sekolah serta adanya Tim Literasi Sekolah (TLS) yang mendukung dan terlibat aktif dalam kegiatan GLS.

“Sekolah ini telah mewujudkan enam literasi dasar dan sangat layak menjadi sekolah teladan literasi, rumah literasi yang menyenangkan di NTT,” ungkapnya.

Polikarpus juga mengatakan literasi tidak hanya narasi melainkan aksi dan kolaborasi. Sehingga dirinya berharap seluruh komponen SMPK Frater terus mengembangkan kemampuan literasi, menghasilkan karya-karya inovatif serta membangun kemitraan dengan semua pemangku kepentingan.

“Karena literasi adalah gerakan bersama,” tutupnya.

Komentar