oleh

SMPK Giovanni Gelar Festival Literasi Siswa Berkolaborasi Dengan Keluarga

-News, NTT, Pendidikan-485 views

“Keluarga memegang peranan penting dalam pendidikan, sehingga melalui FLS yang melibatkan siswa dan orang tua bisa menciptakan kolaborasi, kerja sama yang pada ujungnya menguatkan keluarga”

Oleh : AGUSTINUS NAGI, 27 Juli 2021

BINTANGFLOBAMORA.COM, Kota Kupang – SMP Katolik Giovanni Kupang menggelar Festival Literasi Sekolah (FLS) Tahun 2021. Kegiatan berlangsung selama satu minggu, sejak 24 – 31 Juli 2021.

Festival literasi tingkat sekolah tersebut terdiri dari tiga bidang lomba yakni cipta puisi, vocal solo dan tik-tok keluarga. Seluruh siswa diberikan kesempatan berkreasi dan berekspresi di rumah berkolaborasi dengan anggota keluarga. Karya dibuat dalam bentuk video sesuai dengan ketentuan kemudian dikirim melalui platform media yang disediakan panitia.

Koordinator FLS 2021 SMPK Giovanni, Karel Kalesar, S.Pd. (foto: istimewa)

Koordinator FLS 2021 SMPK Giovanni, Karel Kalesar, S.Pd menjelaskan lomba cipta puisi mengangkat tema, “Senandung Rindu Untuk Guru.” Menurutnya, pada masa pandemi ini para siswa mempunyai kerinduan untuk kembali bersekolah. Oleh karena itu pihak sekolah memberikan ruang bagi siswa untuk mengungkapkan perasaannya ke dalam sebuah karya puisi.

Baca Juga:  Keren ! Lima Varian Soal AKM Jadi Menu penilaian Di SMP Katolik Giovanni

Lanjut Karel, seluruh karya puisi siswa akan diterbitkan menjadi sebuah buku antalogi ber-ISBN.

“Karya siswa akan dibukukan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi mereka untuk terus berkarya. Tentu akan muncul rasa bangga dalam diri siswa bisa menghasilkan sebuah buku bersama,” tandasnya.

Sementara itu, untuk lomba vocal solo, siswa dapat memilih salah satu dari tiga lagu diantaranya, We Are The World (Michael Jackson), Rumah Kita (God Bless) dan sebuah lagu daerah NTT.

Hasil dari perlombaan itu, sambung Karel, akan dipilih sekelompok siswa untuk membawakan kembali lagu-lagu yang dilombakan secara kolaborasi.

“Para siswa akan dilatih guru Seni Budaya membuat sebuah karya, lalu menuangkannya ke dalam konten Youtube-nya masing-masing. Ini salah satu upaya sekolah mengembangkan bakat dan potensi para siswa untuk berkarya sejak dini,” ungkapnya.

Baca Juga:  SDK St. Yoseph 5 Kuaputu Kabupaten Kupang Porak-Poranda

Selain kedua lomba tersebut, ada pula lomba tik-tok keluarga. Dalam lomba tersebut, siswa wajib bergoyang tik-tok bersama orang tua dan anggota keluarga. Salah satu item penilaian yakni kekompakan.

Karel mengungkapkan bahwa mata lomba yang satu ini akan menciptakan keseruan yang istimewa karena melibatkan seluruh anggota keluarga.

“Ya biasanya, bapak atau mama fokus bekerja,kali ini diajak bergoyang bersama anak-anak. Tentu akan menciptakan keseruan tersendiri dalam keluarga,” ujarnya.

Dalam pelaksanakan FLS SMPK Giovanni, panitia juga menyiapkan hadiah jutaan rupiah.

FLS Membangun Kekuatan Keluarga

Wakil Kepala Sekolah SMPK Giovanni Urusan Hubungan Masyarakat (Humas), Benyamin Sape, S.Pd. (foto: istimewa)

Sementara itu Wakil Kepala Sekolah SMPK Giovanni Urusan Hubungan Masyarakat (Humas), Benyamin Sape, S.Pd, mengatakan lembaga pendidikan dengan moto Fiat Lux tersebut terus mendorong peningkatan literasi dasar sebagai salah gerbang untuk menghasilkan generasi baru yang kritis, kreatif, komunikatif, dan mampu berkolaborasi.

“Literasi itu pintu masuk, tidak ada yang lain. Mau kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif dan kompetensi jenis apa pun, hanya literasi jalannya,” tegas guru yang akrab disapa Ben.

Baca Juga:  Transformasi Aloysius Menjadi Guru Moderen

Sebagai lembaga pendidikan yang telah lama berjalan di NTT, terang Ben, SMPK Giovanni terus memberikan kesadaran akan pentingnya literasi kepada siswa dan orang tua, salah satunya melalui kegiatan FLS.

FLS SMPK Giovanni menurut Ben juga bertujuan membangun kekuatan keluarga. Ia beralasan keluarga memegang peranan penting dalam pendidikan, sehingga melalui FLS yang melibatkan siswa dan orang tua bisa menciptakan kolaborasi, kerja sama yang pada ujungnya menguatkan keluarga.

“Karena pandemi, pembelajaran diikuti siswa dari rumah. Itu memberikan tantangan tersendiri bagi mereka. Oleh karena itu, tantangan tersebut harus dihadapi bersama-sama, sebab mereka butuh pendampingan. Ya, semoga FLS bisa memberikan efek positif bagi keluarga, membangun kekuatan keluarga untuk sama-sama mengarungi pendidikan ditengah tantangan pandemi Covid-19,” tutup Ben.

Komentar