oleh

SMPK Giovanni Kupang Launching Giovanni Nature Hand Sanitizer

-News, NTT, Pendidikan-263 Dilihat

BINTANGFLOBAMORA.Com, Kota Kupang – Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK) Giovanni Kupang me-launching karya peserta didik Giovanni Nature Hand Sanitizer. Uniknya, peluncuran karya tersebut bertepatan dengan perayaan Hari Guru Nasional (Jumad,25 November 2022) dan dihadiri Ketua Komite Sekolah, para orang tua wali, jurnalis beserta seluruh warga sekolah.

Dalam acara pembukaan, peserta didik SMPK Giovanni menampilkan tarian tradisional, modern dance, dan sejumlah lagu yang diiringi Givans JHS Band. Salah satu lagu yang dinyanyikan adalah Hymne Guru sebagai persembahan khusus peserta didik untuk para guru.

Selepas seremonial, para undangan masuk ke ruang-ruang kelas untuk mengikuti pemaparan dan launching karya Giovanni Nature Hand Sanitizer.

Salah satu peserta didik kelas VII, Reizhandy Sau dalam pemaparan di hadapan orang tua/wali mengatakan, peluncuran Giovanni Nature Hand Sanitizer merupakan bagian dari kegiatan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang tidak terpisahkan dari kurikulum merdeka. Pihak sekolah memfasilitasi peserta didik melalui pelatihan kewirausahan sejak tanggal 17 – 24 November 2022.

Salah satu peserta didik, Rishandy Sau sedang mempresentasikan materi P5 dan prosedur pembuatan Hand Sanitizer dari bahan alami kepada orang tua/wali yang hadir di kelasnya. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan Hand Sanitizer antara lain, jeruk nipis, daun jeruk, daun sirih, lidah buaya dan sereh.

“Dalam kegiatan P5 kami bersama guru memilih tema kewirausahaan. Banyak orang tidak berani melakukan wirausaha karena takut gagal. Maka dengan Latihan berwirausaha sejak kecil bisa menumbuhkan jiwa wirausaha dan menggerakan kami untuk berani mengambil resiko kegagalan,” katanya.

Reizhandy juga mengatakan, pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan pihak sekolah melatih peserta didik agar memiliki rasa tanggung jawab, lebih menghargai uang dan meningkatkan keterampilan.

“Kami diajarkan bahwa berlatih wirausaha sejak kecil dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab karena wirausaha adalah usaha yang didirikan sendiri, di mana seorang wirausaha menentukan berhasil atau gagalnya suatu usaha. Kami harus memiliki tanggung jawab dan kesadaran untuk membuat usaha tersebut sukses. Dan apabila gagal, kami bisa belajar dari kesalahannya juga kesulitan dari berwirausaha,’ katanya.

Baca Juga:  Lewati DKI Jakarta, NTT Masuk 10 Besar Provinsi Paling suka Membaca

Kepala SMPK Giovanni Kupang, Romo Joannes Paulus Bria, Pr.,S.Fil.,M.M., menjelaskan bahwa SMPK Giovanni melaksanakan dua kurikulum yakni kurikulum merdeka untuk kelas 7 serta kurikulum 2013 untuk kelas 8 dan 9. Salah satu implementasi dari kurikulum merdeka adalah pelaksanaan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

“Anak-anak dibimbing dan berproses menuntaskan projek untuk menghasilkan sebuah karya. Namun pada intinya, tujuan dari P5 adalah membentuk lulusan yang kompeten dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila melalui penanaman pengetahuan dan keterampilan tambahan dari lingkungan sekitar peserta didik,” kata pastor yang karib disapa Romo Jobri.

Menurut Romo Jobri, kehadiran orang tua penting sebagai bentuk kolaborasi dalam membimbing dan membentuk karakter putera-puterinya khususnya penguatan nilai-nilai pancasila.

“Selamat bergembira di rumah belajar ini dalam momentum hari guru dan pameran karya. Mari kita berjalan bersama, bergandengan tangan membentuk putera-puteri kita menjadi generasi unggul,” tutupnya.

Kordinator Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) SMPK Giovanni, Jacobus S. Boleng, S.Pd., M.Hum., merincikan ada enam dimensi P5 yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berahlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif.

Baca Juga:  Himprospma Unwira Gelar LCCM 2022 Tingkat SMP se-Kota Kupang

Dalam pelaksanaan P5, Jacobus menerangkan, SMPK Giovanni berpedoman pada delapan tema yang dikembangkan dalam Peta Jalan Pendidikan Nasional antara lain, gaya hidup berkelanjutan, kearifan lokal, bhineka tunggal ika, bangunlah jiwa dan raganya, suara demokrasi, rekayasa dan teknologi, kewirausahaan dan kebekerjaan.

“Sekolah pada semester ini telah dan akan melaksanakan projek untuk beberapa tema misalnya, tema gaya hidup berkelanjutan, anak-anak membuat kerajinan dari sampah plastik atau barang-barang bekas. Tema bhineka tunggal ika, anak-anak diintegrasikan dalam pentas budaya untuk menampilkan lagu dan tarian dari daerahnya masing-masing sehingga anak-anak bisa bangga dan menghargai keberagaman Indonesia,”

“Tema Kearifan lokal, anak-anak terlibat dalam penelitian ilmiah tentang bagaimana masyarakat adat Boti TTS melestarikan alam. Tema suara demokrasi, anak-anak diarahkan masuk dalam ruang demokrasi pemilihan ketua Osis melalui tahapan-tahapan musyawah dan demokrasi dengan memanfaatkan teknologi digital,”

“Tema bangunlah jiwa dan raganya, sekolah melaksanakan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar dan Jambore untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan dan kemandirian. Selanjutnya untuk tema kewirausahan dan kebekerjaan sekolah menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan untuk membentuk jiwa entrepreneurship dan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja yang membutuhkan keterampilan,”

“Salah satu produk yang dihasilkan dari pelatihan kewirausahaan adalah Giovanni Nature Hand Sanitizer yang di-launching hari ini,” kata Jacobus.

Ia melanjutkan, setelah berhasil menerbitkan buku antalogi puisi siswa berjudul “Senandung Rindu Untuk Guru,” pada semester ini sekolah juga akan memfasilitasi penerbitan buku antalogi cerpen siswa bertema “Gaya Hidup Minim Sampah.” Program ini menurutnya, merupakan implementasi dari tema gaya hidup berkelanjutan.

Baca Juga:  SMPK Giovanni Gelar Festival Literasi Siswa Berkolaborasi Dengan Keluarga

Sementara itu, Ketua Komite Sekolah Drs. Paulus Kedang, M.M., menyampaikan terima kasih sekaligus memberikan apresiasi kepada pihak sekolah yang terus berinovasi membina dan membentuk karakter anak melalui aneka kegiatan.

“Bertepatan dengan hari guru yang dirayakan secara nasional, kami meyampaikan terima kasih kepada bapak ibu guru yang telah mendedikasikan hidup melalui ilmu, keterampilan, waktu, tenaga, keringat bahkan air mata untuk anak-anak bangsa,” ujar Paulus.

Berkaitan dengan pameran karya P5, Paulus mengatakan nilai-nilai kehidupan yang tertuang dalam lima butir Pancasila harus terus ditanamkan dalam jiwa dan raga anak-anak.

“Hari ini anak-anak memamerkan karya Hand Sanitizer yang diproses dari bahan-bahan alami dan dikerjakan secara kolaborasi semua komponen untuk kepentingan masyarakat luas. Proses tersebut tentunya memuat nilai-nilai Pancasila seperti mengakui kebesaran Tuhan yang telah menciptakan bahan-bahan alami yang digunakan, semangat bermusyawarah dan gotong royong dan tentu saja kepedulian sosial,” kata Paulus.

Paulus memberikan apresiasi kepada pihak sekolah yang tidak hanya mendorong anak-anak agar mampu mengembangkan kreatifitas dan inovasi, tetapi juga turut menguatkan karakter yang didasari pada nilai-nilai Pancasila. Ia berharap kegiatan P5 terus diimplementasikan agar SMPK Giovanni mampu menghasilkan produk lulusan yang memiliki keseimbangan antara kompetensi pengetahuan, keterampilan dan karakter.

Editor : ED

Komentar