oleh

Strategi Jitu Anak Lulusan SD di Kota Kupang, Berani “Chat” dan Temui Kadis Pendidikan Seorang Diri

Seorang anak lulusan sekolah dasar di Kota Kupang berlari, berpacu dengan waktu untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMP. Sempat mengalami masalah ketika melakukan PPDB secara online, ia berhasil menemukan solusi dan menuntaskannya seorang diri.

Oleh: AGUNG HERMANUS RIWU, 2 Juli 2021

BINTANGFLOBAMORA.Com, Kota Kupang – Ada kejadian unik nan menarik disela kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahun pelajaran 2021/2022 jenjang PAUD, SD, SMP tingkat Kota Kupang. Seorang anak lulusan sekolah dasar (SD) nekat mengirim pesan yang langsung ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang.

Belum puas dengan hanya mengirimkan pesan, anak ini bahkan mendatangi langsung kantor yang beralamat di jalan S.K. Lerik nomor 3, Kecamatan Kelapa Lima, untuk mengadukan kesulitannya mengakses sistem PPDB secara online.

Dia adalah Kelin Lala Diwitria Seko, lulusan dari SDI Bertingkat Kelapa Lima 3 Kota Kupang. Ketika melakukan pendaftaran secara online pada Senin (28/6/2021), ia mengalami gangguan sistem secara berulang. Tidak ingin mengganggu ketenangan orang tuanya yang sedang bekerja, ia berusaha menuntaskan proses pendaftaran seorang diri.

Kelin, foto bersama ayahnya, Lasa Meliano Seko dan ibunya, Delila Toleu beserta adiknya yang baru berusia dua tahun. Ayahnya bekerja sebagai sopir truk dan ibunya bekerja sebagai penjaga toko di Kota Kupang. Senyum dan semangat Kelin, sangat layak diacungi jempol dan pantas menjadi teladan bagi kebanyakan anak-anak masa kini

Pada hari pertama mengalami kendala, Kelin sebenarnya langsung mendatangi kantor dinas, namun karena sudah mendekati waktu penutupan pelayanan kantor, ia hanya sempat mencatat nomor Kepala Dinas untuk menyampaikan keluhannya.

Pada Selasa (29/6/2021), Kelin kembali mencoba usahanya untuk mendaftar secara online. Namun usahanya itu lagi-lagi gagal. Berulang kali ia gagal melakukan login. Sesekali berhasil masuk, namun pada sesi akhir tiba-tiba mengalami gangguan.

Baca Juga:  Kadis Pendidikan Kota Kupang Beri Apresiasi Sekolah Pelaksana GSMB

Tanpa menunggu lama, anak dengan kepolosannya tersebut, langsung mengirim pesan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si.

“Siang pak. Ini saya tadi sudah coba isi pendaftaran SMP. Sudah kasi masuk NISN dan nama. Tapi setelah itu muncul bilang kalo maaf akun sudah terdaftar,”

Lanjutnya lagi, “Tadi pagi sempat mau coba daftar cuman belum selesai isi formulirnya sudah error webnya. Bisa tolong dibantu pak. Terima kasih pak sebelumnya.”  

Kiriman pesannya, mendapat respon baik dari Kepala Dinas. Keduanya sama-sama saling bertukar informasi sejak siang hingga sore. Kepala dinas mengarahkan dan mengecek progres pendaftaran yang dilakukan Kelin.

“Bgm sdh atau blm mks,” tanya Kepala Dinas pada pukul 21.16 WITA.

Pada keesokan harinya, Kelin baru membalas pesan yang dikirim Kepala Dinas kepadanya. “Selamat pagi pak, sya sudah coba dftar kemarin tapi gagal,” balasnya.

Kelin terus menyampaikan kendala yang dialaminya, “Sya mau klik finish tpi tidak bisa. Pak apa ini jaringan…..” Chating antara Kelin dan Kepala Dinas terhenti sampai pada pesan terakhir yang dikirimkan untuknya. “Tolong bawa data ke dinas kami tunggu sekarang. Mks.”

Strategi Jitu

Pesan terakhir Kepala Dinas di atas menjadi semacam kunci kekuatan bagi Kelin. Meski seorang diri, ia berani dan bergegas menuju ke kantor dinas. Kedatangannya untuk kali kedua itu, pada sore hari tepat di waktu akhir pelayanan kantor, dimana para petugas sedang mengemas dan merampungkan berbagai pekerjaan harian.

Baca Juga:  SMPN 13 Kota Kupang Jalankan Program GSMB Nasional Bersama Nyalanesia

Menggunakan strategi yang jitu, anak dari seorang ayah pengemudi truk dan ibu penjaga toko di Kota Kupang tersebut, berhasil meluluhkan para petugas untuk segera membantunya. Dengan penuh keberanian, ia menunjukan isi pesan dari Kepala Dinas kepada petugas.

Petugas sempat melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada Kepala Dinas. Dan ternyata, Kepala Dinas menyatakan bahwa benar itu adalah isi pesannya dengan Kelin.

Atas perintah Kepala Dinas, berbagai permasalahan yang dialami Kelin langsung diatasi tim IT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. Urusan pendaftaran online-nya pun tuntas pada saat itu juga.

Kepada media Bintangflobamora.com yang menghubunginya pada Jumad (2/7/2021), anak yang bercita-cita ingin menjadi Pendeta itu menyampaikan perasaan leganya.

“Sudah aman, sekarang tinggal tunggu pengumuman masuk atau tidak di sekolah yang saya daftar,” imbuh Kelin, yang konsisten meraih juara pertama sejak di bangku kelas satu SD.

Informasi yang diperoleh media dari tim IT, pada saat berlangsungnya PPDB secara online, daya tampung server yang digunakan terbatas pada angka 10.000. Sementara jumlah pendaftar yang masuk mencapai lebih dari 13.000. Maka, munculah berbagai permasalahan atau gangguan yang dialami anak dan orang tua ketika melakukan pendaftaran.

Baca Juga:  GSMB Didukung Pemkot Kupang, Merambah Pendidikan Non Formal

Namun segala permasalahan dan keluhan yang disampaikan orang tua, diupayakan segera ditindak dan diberi solusi secara bijak.

Meski Kaget, Kepala Dinas Beri Apresiasi

Ketika ditemui awak media di ruang kerjanya, Jumad (2/7/2021), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si., mengaku tidak menyangka, yang mengirimkannya pesan adalah seorang anak yang baru lulus dari bangku SD.

“Saya mengira itu adalah orang tua. Tapi ketika petugas datang melapor, wah, saya kaget, ternyata anak SD. Luar biasa, saya kagum dengan keberanian, perjuangan dan kegigihannya,” ujar Dumuliahi.

Ia lantas menemui Kelin dan memberikan apresiasi atas semangat pantang menyerah seorang bocah kecil dalam menyelesaikan masalahnya seorang diri, tanpa bantuan orang tua yang sedang bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka.

“Kisah Kelin memberikan pesan dan nilai berharga bagi masyarakat khususnya anak-anak, agar pantang menyerah dalam menghadapi masalah atau tantangan dalam bentuk apa pun. Perjuangan dan kegigihan sangat penting untuk menggapai harapan dan cita-cita,” katanya.

Dumuliahi menyampaikan bahwa pihaknya sangat terbuka untuk memberikan bantuan kepada siapa saja yang mengalami masalah yang berkaitan dengan pendidikan di Kota Kupang. Ia bahkan membuka ruang yang sifatnya nonformal.

“Untuk kepala sekolah, guru negeri, guru swasta, guru honor, pegawai, siapa saja, saya siap melayani. Tidak harus menggunakan pendekatan resmi. Selama tindakan yang dilakukan baik bagi kepentingan bersama, kenapa tidak,” ucapnya.

Komentar