oleh

Sudah Kantongi Ijin, Klinik King Care Berharap Dinkes Pertimbangkan 3 Hal

-Kesehatan, News, NTT-156 views

“Kami berharap ada keputusan yang bijak dari Kadinkes terhadap keberlangsungan pelayanan kesehatan di klinik ini”

Oleh : AGUNG HERMANUS RIWU, 8 Agustus 2021

BINTANGFLOBAMORA.COM, Kota Kupang – Surat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang bernomor 441.806/876/VIII/2021 memerintahkan agar Klinik Kesehatan King Care berhenti beroperasi untuk sementara waktu. Sejak teguran tersebut dikeluarkan Rabu, 4 Agustus 2021, klinik besutan dokter (dr) Eki Goleng diminta untuk melakukan perbaikan dan segera melaporkan perbaikan ke pihak Dinkes Kota Kupang.

Bersamaan dengan itu, ragam pemberitaan dan reaksi miring berseliweran tentang klinik yang telah beroperasi selama lima tahun tersebut. Salah satunya adalah Klinik King Care belum berijin.

Menanggapi masalah tersebut, Presiden Direktur Klinik King Care, dr. Eky Gonang memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap Dinkes Kota Kupang. Ia menyatakan tekadnya untuk patuh, meski juga mengungkapkan bahwa masalah yang sedang dihadapi lembaganya adalah sebuah pukulan namun bernilai positif.

“Sejujurnya kaget atas teguran dengan perintah penghentian sementara pelayanan kesehatan. Tetapi kami tetap memberi apresiasi, penghargaan dan patuh. Memang ini pukulan tetapi baik untuk sebuah perubahan dan pembenhan,” ungkap dr. Eky dihadapan wartawan, Sabtu (7/8/2021).

Ia juga menegaskan bahwa Klinik Kesehatan King Care telah mengantongi ijin operasional dari Pemerintah Kota Kupang sejak tahun 2021 dan kini telah diperpanjang hingga tahun 2026. Selain itu, rekomendasi dari Dinas Kesehatan pun telah dimiliki termasuk ijin untuk menjalankan pelayanan Rapid Test Antigen.

Baca Juga:  Promo Tes PCR Garuda Rp1 Untuk Penumpang Dari Labuan Bajo dan 5 Kota Lainnya

Kronologi Pemberhentian Sementara

Pada Senin, 2 Agustus 2021, Klinik King Care melayani salah satu pasien untuk melakukan Rapid Test Antigen. Karena hasilnya positif, keluarga meminta untuk melanjutkan pemeriksaan melalui Test PCR.

Sampel pasien kemudian dikirimkan ke salah satu mitra laboratorium yang ternyata ijin operasionalnya sedang diajukan ke pemerintah. Pemeriksaan pada laboratorium tersebut menunjukan hasil negativ.

Puncak permasalahan timbul ketika pasien meninggal dan terjadi perselisihan antara pihak keluarga dan Satgas Covid-19 Kota Kupang.

Dikisahkan dr. Eky, tengah malam di hari itu juga, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Kupang, drg. Retnowati melakukan sidak ke Klinik Kesehatan King Care. Dalam sidak, Kadinkes mendapati tenaga kesehatan (Nakes) tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap. Selain itu turut ditemukan beberapa kekurangan administrasi tenaga kesehatan yang bertugas di Klinik tersebut.

Dalam keterangannya kepada wartawan, dr. Eki tidak membantah kenyataan yang terjadi pada saat itu. Namun menurutnya, pada waktu itu sudah tengah malam dimana kondisi Nakes kelelahan sehingga membuka sebagian APD.

Baca Juga:  Promo Tes PCR Garuda Rp1 Untuk Penumpang Dari Labuan Bajo dan 5 Kota Lainnya

“Itu sudah tengah malam, kondisi Nakes sangat lelah dan kepanasan sehingga membuka masker penutup kepala,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa salah satu kesalahan besar dari lembaganya yakni mengirimkan sampel untuk test PCR ke laboratorium yang belum memiliki ijin resmi dari pemerintah.

“Ya, mungkin karena itu (pengiriman sampel).”

Segera Lakukan Pembenahan

Menindaklanjuti perintah penghentian sementara, manajemen Klinik Kesehatan King Care langsung melakukan pembenahan mulai dari pemantapan fasilitas hingga kelengkapan administrasi Nakes seperti STR dan SIP.

Selepas menerima surat penghentian sementara dari Dinkes, pada Rabu (4/8/2021) sore atau hari yang sama ketika menerima surat teguran, manejemen klinik langsung mengirimkan dokumen laporan perbaikan kepada pihak Dinkes Kota Kupang.

“Kami langsung bergerak cepat. Bahkan sebelum surat teguran diberikan, kami sudah menghentikan pelayanan. Pada Rabu pagi kami dapat surat teguran, sore harinya kami kirimkan laporan perbaikan,” kata dr. Eky.

Meski sudah menemui Kadinkes secara langsung, terang dr. Eky, pihaknya belum memperoleh kepastian kapan kliniknya akan diijinkan kembali beroperasi.

“Waktu ketemu Kadinkes, beliau hanya menyampaikan ini ujian untuk naik kelas,” ucapnya.

Berharap Dinkes Pertimbangkan Tiga Hal

Dalam kesempatan yang sama, dr. Eky menyampaikan harapan agar Kadinkes Kota Kupang mempertimbangkan kembali keputusan penghentian sementara Klinik King Care.

Baca Juga:  Promo Tes PCR Garuda Rp1 Untuk Penumpang Dari Labuan Bajo dan 5 Kota Lainnya

Pertama, pada masa pandemi covid-19 ini, lembaga kesehatan menjadi garda terdepan untuk menekan laju penularan virus yang berbahaya tersebut. Keberadaan klinik kesehatan, secara masif akan membantu Puskesmas dan Rumah Sakit meningkatkan kesehatan masyarakat.

Kedua, kondisi pasien yang telah melakukan kontrak pelayanan selama enam bulan hingga satu tahun. Menurut penjelasan dr. Eky, masalah tersebut akan berpengaruh pada psikologi pasien. Apalagi sejak tanggal penghentian pelayanan, pihak King Care sudah menolak ratusan pasien yang hendak memperoleh pelayanan.

Ketiga, nasib para Nakes. Dalam keterangannya, dr. Eky menginformasikan bahwa ada puluhan Nakes yang bekerja di Klinik King Care. Jika penghentian ini diberlakukan tanpa kepastian kapan akan dibuka kembali, tentu akan berpengaruh pada keberadaan Nakes di klinik tersebut.

Usai menyampaikan tiga poin di atas, dr. Eky menyatakan akan menunggu keputusan Dinkes Kota Kupang. Ia juga berharap agar dalam kebijaksanaan, pihak Dinkes mampu memberikan keputusan yang terbaik bagi Klinik King Care.

“Kami berharap ada keputusan yang bijak dari Kadinkes terhadap keberlangsungan pelayanan kesehatan di klinik ini. Mohon dipertimbangkan penutupan klinik di masa pandemi, bagaimana kondisi pasien dan nasib tenaga kesehatan” tutupnya.

Komentar