oleh

Tak Mengerjakan Tugas, Siswa di NTT Meninggal Dianiaya Guru

-News, NTT, Pendidikan-118 Dilihat

“Para guru semestinya mencegah kekerasan terjadi”

BINTANGFLOBAMORA.Com, Kalabahi – Siswa SMP Negeri Padang Panjang, Alor, NTT, berinisial MM (13) meregang nyawa ditangan gurunya sendiri. Ia diduga mendapat kekerasan fisik oleh gurunya yang berinisial SK dengan alasan tidak mengerjakan tugas.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Alberth Ouwpolly membenarkan peristiwa naas tersebut. Menurutnya, tim Dinas Pendidikan juga langsung menjenguk korban yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kalabahi.

Baca Juga:  Tindakan Premanisme Oknum Polisi dan Pol PP di Kabupaten Alor, Dikecam PMKRI Cabang Kupang

“Sekitar pukul 08.00 Wita, sebelum korban meninggal dunia,” kata Alberth kepada media, Selasa, 26/10/2021.

Alberth mengaku pihaknya baru mendapat laporan dugaan penganiayaan siswa tersebut hari ini. Pihaknya pun langsung meminta konfirmasi kepada Kepala SMP Negeri Padang Panjang.

Lebih lanjut, Alberth meminta kepala sekolah SMP Negeri Padang Panjang membantu seluruh proses penyidikan yang dilakukan kepolisian.

“Sudah saya perintahkan kepala sekolah dan guru-guru untuk kooperatif dan membantu proses hukum di polisi, sehingga kasus ini menjadi terang benderang,” ujarnya.

Baca Juga:  Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Alor NTT

Albert mengutuk peristiwa kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah yang mengakibatkan seorang siswa meninggal dunia. Menurutnya, para guru harus mencegah kekerasan terjadi.

Albert juga mengatakan bahwa surat keputusan pemecatan sudah diserahkan kepada SK pagi tadi.

“Sudah, sudah dilakukan pemecatan, tadi pagi jam sembilan sudah kita keluarkan surat pemberhentian terhadap guru (SK) yang bersangkutan dalam status sebagai tenaga pendidik non-PNS di UPT SMP Negeri Padang Panjang,” katanya.

Baca Juga:  Cabuli dan Aniaya Bocah Kelas 1 SD, Nelayan di NTT Masuk Hotel Prodeo

Polres Alor telah menangkap SK di rumahnya pada Senin (25/10) malam. SK sedang menjalani pemeriksaan oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Alor.

“SK sudah ditetapkan tersangka dan saat ini sudah kami (penyidik) lakukan penahanan,” kata Kapolres Alor, AKBP Agustinus Christmas.

Komentar