oleh

Tindakan Premanisme Oknum Polisi dan Pol PP di Kabupaten Alor, Dikecam PMKRI Cabang Kupang

-Mahasiswa, News, NTT-406 views

Alfred kembali menegaskan bahwa dengan adanya oknum-oknum kepolisian yang melakukan tindakan kekerasan jelas mempertegas bahwa presisi yang di gaungkan KAPOLRI gagal total di bumi NTT, khususnya di lingkup Polres Alor.

Oleh: ARDI LEO DU, 14 Juni 2021

BINTANGFLOBAMORA.COM, Kota Kupang – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) mengutuk tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum keamaanan serta mendesak Pemerintah Daerah dan Kapolres Alor juga Polda NTT untuk memberikan sanksi dengan menahan oknum Polisi dan Pol PP yang diketahui melakukan tindakan-tindakan kekerasan terhadap masa aksi aliansi (GEMPPA) Kabupaten Alor pada tanggal 10 Juni 2021.

Rekaman video tindakan premanisme oknum keamaanan terhadap masa aksi aliansi (GEMPPA) kabupaten Alor tersebar luas di kalangan masyarakat melalui media masa dan media sosial semenjak empat hari yang lalu hingga kini. Tindakan tak terpuji itu menjadi sorotan dari semua elemen masyarakat yang mencintai nilai demokrasi yang sedang tumbuh subur di NTT.

Baca Juga:  Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Alor NTT

Menyikapi dugaan penganiayaan terhadap masa aksi aliansi (GEMPPA) Kabupaten Alor, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang menggelar aksi mimbar bebas di depan Marga Juang 63 Jln. Jenderal Soeharto No. 20 Naikoten 1 Kota Kupang sebagai bentuk solidaritas dan keprihatinan terhadap masa aksi GEMPPA Alor, Senin (14/06/2021).

PMKRI Cabang Kupang yang pada intinya menuntut untuk mengusut tuntas kasus tindakan kekerasan dan tindakan penganiayaan terhadap masa aksi aliansi Gerakan Mahasiswa Pemuda Peduli Pedagang (GEMPPA) Kab. Alor empat hari yang lalu.

Baca Juga:  PMKRI Kupang Kecam Aksi Kekerasan Aparat TNI di Tanah Papua

Ketua Presidium PMKRI CAB. Kupang, Alfred Saunoah kepada media menjelaskan, ada dugaan kekerasan dalam hal ini pemukulan terhadapan Aliansi Gerakan Mahasiswa Peduli Pedagang Alor (GEMPPA) oleh oknum aparat keamanan dalam hal ini Polisi dan Pol PP.

“Kita melihat tindakan tersebut merupakan tindakan tidak terpuji yang tidak seharusnya dilakukan oleh pihak keamanan sebagai pihak yang selalu mengayomi masyarakat, kita juga mengutuk keras tindakan tersebut dan siap untuk ikut serta menyuarakan tindakan-tindakan yang terkesan melanggar HAM tersebut,” jelasnya.

Suasana aksi mimbar bebas PMKRI Cabang Kupang di depan POLDA NTT, Senin (14/6/2021)

Alfred kembali menegaskan bahwa dengan adanya oknum-oknum kepolisian yang melakukan tindakan kekerasan jelas mempertegas bahwa presisi yang digaungkan KAPOLRI gagal total di bumi NTT, khususnya di lingkup Polres Alor.

Baca Juga:  Diduga Menyinggung Suku dan Agama, Yeskiel Loudoe Merusak Citra Kota Kupang  

Hal senada juga disampaikan Presidum Gerakan Masyarakat (GERMAS) PMKRI Cab. Kupang, Rino Sola yang menuturkan, perlu ada tindakan tegas dari pihak keamanan untuk menghukum para oknum Polisi dan Pol PP sebab kejadian kekerasan oleh pihak keamanan ini bukan baru kali ini.

“Tindakan tegas perlu dilakukan untuk para aparat keamanan baik oknum Polisi Maupun Pol PP, yang melakukan tindakan kekerasan tersebut sebab, secara prosedur pihak keamanan tersebut telah melanggar prosedur penanganan masa aksi dengan melakukan tindakan kekerasan,” tutur Rino.

Komentar