oleh

Tokoh Islam Imbau Warga Sumba Tengah Tolak Radikalisme

-News, NTT-79 views

“Tidak ada agama yang mengajarkan tentang tindakan-tindakan teror, intoleransi, dan kekerasan mengatasnamakan agama”

Oleh : FN Sambi Dede, 11 Juni 2021

BINTANGFLOBAMORA.Com, Sumba Tengah – Warga Kabupaten Sumba Tengah, diimbau untuk menolak radikalisme dan menjaga kerukunan umat beragama di wilayah setempat. Warga juga diimbau terus menjaga sinergisitas dengan aparat keamanan agar bersama menjaga kantimbas.

Imbauan tersebut disampaikan tokoh agama Islam Sumba Tengah, Ustad Syaiful Sulaiman, kamis (10/6), menyusul adanya berbagai tindakan intoleransi, radikalisme dan aksi-aksi teror di tanah air.

“Tidak ada agama yang mengajarkan tentang tindakan-tindakan teror, intoleransi, dan kekerasan mengatasnamakan agama,” kata Ustadz Syaiful yang juga penyuluh agama Islam di Sumba Tengah.

Dirinya juga menolak dengan keras segala tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kantibmas) di seluruh wilayah yuridiksi Indonesia, terkhusus di Kabupaten Sumba Tengah.

Menurutnya tindakan-tindakan intoleransi, radikalisme serta aksi-aksi terorisme dengan berbagai alasan tidak bisa dibenarkan di seluruh wilayah NKRI. Aksi-aksi yang mengatasnamakan agama sangatlah tidak berdasar, apalagi sampai membunuh sesama.

Ustadz Syaiful, mengajak seluruh masyarakat Sumba Tengah untuk menghormati perbedaan antar sesama warga dengan berbagai latar belakang suku, agama, ras, dan antar golongan sebagai bentuk kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia.

“Mari kita menolak segala bentuk radikalisme yang mengatasnamakan agama karena merusak kebergaman kita sebagai bangsa yang besar,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTT, H.Abdul Makarim, menghimbau agar masyarakat tetap menjaga persatuan dan toleransi yang sudah terbangun ditengah-tengah masyarakat NTT.

Menurutnya, masyarakat NTT harus merefleksikan Hari Lahir Pancasila yang baru saja dirayakan, sebagai momentum penegasan kebhinekaan, pluralisme dan semangat nasionalisme serta meneguhkan nilai-nilai persaudaraan dan toleransi sesama anak bangsa. Nilai-nikai luhur yang terkandung didalamnya harus terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika kita mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila, maka hubungan antara sesama, persatuan dan toleransi di tanah air ini, tidak diragukan lagi,” katanya.

Haji Makarim, juga mengajak masyarakat untuk mendukung aparat keamanan dalam menjaga kestabilan situasi ketertiban dan keamanan masyarakat (kantibmas). Dengan demikian, seluruh masyarakat dalam bekerja dan beraktivitas dengan aman tanpa gangguan intoleransi, aksi-aksi kekerasan dan kriminal lainnya.

Komentar