oleh

Tutor Ujung Tombak Pendidikan Keaksaraan dan Kecakapan Hidup Masyarakat

“Tutor harus aktif mengikuti perubahan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi warga belajar”

BINTANGFLOBAMORA.Com, Kota Kupang – Forum Komunikasi Tutor Pendidikan Keaksaraan Nasional (FK-TPKN) Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar ‎bimbingan teknis peningkatan kapasitas pembelajaran bagi tutor pendidikan keaksaraan lanjutan, Selasa – Kamis, 23-25 November 2021. Dalam acara pembukaan yang dihelat di Hotel Pelangi Kupang, hadir pejabat dari Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kemendikbudristek, Kepala BP PAUD dan Dikmas Provinsi NTT, Ketua FK-TPKN NTT, Ketua FK-PKBM NTT dan Ketua FTBM NTT.

Ketua panitia, Jhony Manoe dalam laporannya menyampaikan, kegiatan yang terlaksana mendapat dukungan penuh dari Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kemendikbudristek. Sebanyak 55 tutor SKB dan PKBM dari Sembilan Kabupaten/Kota di NTT berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Para tutor itu berasal dari Kabupaten Kupang, TTS, Rote Ndao, Belu, Malaka, Sabu Raijua, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah dan Sumba Timur.

“NTT adalah salah satu dari lima provinsi yang mendapatkan bantuan program bimbingan teknis peningkatan kapasitas pembelajaran bagi tutor dari Kemendikbudristek. Oleh karena itu, kita harus benar-benar memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan kulaitas,” kata Jhony.

Baca Juga:  Saksikan Pertunjukan “Bantuan Lama Te”, Karya Bengkel Seni SMK Sura Dewa Larantuka

Ia mengingatkan, segala informasi dan pengetahuan yang diperoleh para tutor dalam kegiatan adalah sebuah nilai yang sangat besar manfaatnya bagi kehidupan terutama dalam karya pengabdian bagi masyarakat.

Kepala BP PAUD dan Dikmas Provinsi NTT, Maria B. Advensia, dalam sambutannya mengajak semua peserta bersyukur karena dapat bertemu dalam kegiatan penguatan kapasitas pembelajaran, dimana para tutor dapat saling memberi dan menimba ilmu, saling berkomunikasi dan berinteraksi sehingga tujuan pengabdian bagi peningkatan kualitas pendidikan masyarakat boleh berjalan.

Berkaitan dengan bidang keaksaraan, Advensia mengatakan pada saat ini masyarakat Indonesia sudah meyakini bahwa kemampuan baca tulis merupakan fondasi bagi pembelajaran dan pencapaian kesuksesan hidup seseorang. Lanjutnya, orang tua yang melek aksara akan memiliki bekal untuk menghadapi tantangan hidup seperti mendapatkan pekerjaan, mengakses informasi secara luas dan menyelesaikan beragam masalah yang mungkin terjadi.

Baca Juga:  Laksanakan Akreditasi Sekolah, SMAN 1 Mauponggo Berbenah Diri

“Ketika seseorang membaca, ia dapat mempelajari dunia di sekelilingnya sebagai langkah awal untuk membangun kehidupan. Oleh karena itu para tutor yang menjadi ujung tombak di masyarakat, harus aktif mengikuti perubahan dan perkembangan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi kebutuhan pengetahuan dan penguasaan keterampilan sebagai tanda kecakapan bagi masyarakat,” katanya.

Advensia mengingatkan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2014, pendidikan keaksaraan lanjutkan adalah layanan pendidikan keaksaraan yang menyelenggarakan pembelajaran bagi warga belajar yang telah selesai melaksanakan pendidikan keaksaraan dasar, dalam rangka mengembangkan kompetensi bagi warga masyarakat pendidikan.

“Harapan kita adalah warga belajar yang  sudah memiliki kecakapan keaksaraan dapat terpelihara kemampuannya agar dapat berkembang baik pada tahap pendidikan keaksaraan lanjutan atau keaksaraan usaha mandiri. Warga belajar harus dibina agar memiliki kualitas sikap, pengetahuan dan keterampilan yang diarahkan sesuai dengan minat, potensi, profesi, wawasan keilmuan dan teknologi dan budaya,” ujarnya.

Baca Juga:  Guru Payung Pelindung Bagi Anak Negeri

Salah satu narasumber kegiatan, Polikarpus Do yang juga merupakan Ketua FK-PKBM Kota Kupang mengatakan, melalui kegiatan penguatan kapasitas pembelajaran, para tutor di Kabupaten/Kota diarahkan untuk memahami pembelajaran keaksaraan lanjutan mulai dari pembuatan bahan ajar, metode dan strategi pembelajaran hingga penilaian.

“Peserta akan diberi penguatan dalam hal penyusunan silabus atau RTP untuk pembelajaran atau rencana pembelajaran di lapangan nanti, juga bagaimana melakukan penilaian terhadap warga belajar di lembaganya masing-masing,” kata Polikarpus.

Rangkaian materi yang akan diberikan kepada para tutor selama tiga hari antara lain, Kebijakan Pendidikan Keaksaraan di Indonesia; SKL dan Silabus Pendidikan Keaksaraan Lanjutan; Pendekatan, Strategi dan Metode Pembelajaran Pendidikan Keaksaraan Lanjutan; Pengembangan Bahan Ajar dan Media Pembelajaran Keaksaraan Lanjutan; Penilaian Pendidikan Keaksaraan Lanjutan; Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Keaksaraan Lanjutan; dan Simulasi atau Microteaching.

Komentar