oleh

Ungkapan Hati Lili Welkis Setelah Pembunuh Adiknya Ditangkap

-News, NTT-20.203 views

Di Kota yang katanya penuh kasih, Lili dan Nani mencoba peruntungan sebagai penjahit. Berbekal keterampilan yang diperoleh di bangku SMK, mereka mendapat pekerjaan di rumah jahit yang berlokasi di Pasar Oebobo. Setelah berbulan-bulan selalu bersama menantang kerasnya Kota Karang, Lili harus rela kehilangan adik kesayangannya, Nani Welkis.

Oleh : REDAKSI BINTANG FLOBAMORA, 21 Mei 2021

BINTANGFLOBAMORA.Com, Kupang –  Aparat kepolisian Polres Kupang yang di-back up penuh Polda NTT, berhasil mengungkap kematian Yuliani Apriliani Lie Welkis (Nani), gadis asal Desa Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang.

Empat hari pasca jenasahnya ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan di Kelurahan Batakte, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, polisi akhirnya menangkap pelaku pembunuhan berinisial YT, seorang pria berusia 41 tahun yang merupakan warga  Camplong, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.

Sehari-hari, pelaku merupakan sopir mobil dump truk yang mengangkut material bahan bangunan di wilayah Kecamatan Kupang Barat.

Pelaku ditangkap polisi di depan sebuah hotel di Jalan Timor Raya, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang pada Kamis (20/5/2021) sore pukul 17.00 Wita. Saat itu pelaku sedang mengendarai dump truk.

Direktorat Reskrimum Polda NTT yang terjun dalam proses penangkapan, langsung menggiring pelaku ke Mapolda NTT untuk interogasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga:  Perjuangan Nani Welkis Menghadapi YT

Penangkapan itu disampaikan oleh Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto, dalam jumpa pers bersama sejumlah wartawan di Mapolda NTT, Jumat (21/5/2021) siang.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku merayu korban melalui media sosial dengan iming-iming pekerjaan dan besaran gaji tertentu. Setelah berhasil memperdaya korban, pelaku kemudian memperkosa dan membunuh korban.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebilah pisau, sandal, pakaian dalam dan beberapa potong pakaian. Penyidik Direktorat Reskrimum Polda NTT masih mendalami motif pembunuhan itu. Kasus selanjutnya akan diserahkan ke Polres Kupang.

YT diringkus aparat kepolisian dan digiring ke Mapolda NTT

Kakak korban, Lili Welkis yang dihubungi media bintangflobamora.com, lebih banyak menangis setelah mendapat kabar bahwa pelaku pembunuhan adiknya Nani Welkis telah ditangkap aparat kepolisian.

Sesekali Lili hanya berkata dalam suara yang serak, “Ado, kasihan beta pu adik, ado beta pu adik.”

Baca Juga:  Ojol Mengamuk di Markas Debt Collector, GARDA NTT Angkat Bicara

Kontributor media yang menghubunginya pun tidak dapat melontarkan pertanyaan apa pun. Namun disela tangisannya, Lili sempat mengungkapkan kepediahan hatinya.

Beta pu hati hancur, beta sakit hati tapi mo bilang apa lai. Biar su Tuhan yang ator,” katanya dalam dialek Kupang.

Kisah Kakak Beradik Menantang Kerasnya Kota Karang

Lili dan Nani foto bersama dalam suatu kesempatan

Lili Welkis (21) dan Nani Welkis (19) adalah kakak beradik asal Desa Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Keduanya bersepakat meninggalkan keluarga di Kampung untuk mencoba peruntungan di Kota Kupang. Alasan yang paling mendesak ialah membantu ekonomi keluarga.

Di Kota yang katanya penuh kasih, mereka mengais rejeki sebagai penjahit. Berbekal keterampilan yang diperoleh di bangku SMK, Lili dan Nani mendapat pekerjaan di rumah jahit. Meski berbeda bos, tempat kerja mereka sama-sama berlokasi di Pasar Oebobo.

Sejak Januari 2021, keduanya mengarungi suka duka di kos-kosan yang terletak di jalan Frans seda, RT 42, RW 13, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Baca Juga:  Kepergian Nani Welkis Tinggalkan Pesan Penting

Menurut pengakuan Tono Ranggo, rekan se-kos Lili dan Nani, setiap hari keduanya selalu menjalankan aktivitas secara bersama-sama.

“Jarang kami lihat mereka sendiri-sendiri. Apa saja selalu dilakukan berdua,” katanya.

Keduanya juga mendapat kesan yang istimewa di mata rekan-rekan se-kos.

“Lili dan Nani sangat sopan dan ramah. Tidak banyak bicara tetapi baik hati,” ungkapnya lagi.

Bahkan, pada hari Jumad (14/5/2021) sebelum dinyatakan hilang, Nani sempat membantu rekan kosnya yang sedang sakit.

“Sebelum Nani pergi, dia sempat beri saya obat karena waktu itu dia lihat saya sedang lemas. Setelah beri obat, saya memang sempat dengar Nani menerima telepon dari seseorang kemudian pergi meninggalkan kos,” ujar Tres Banda, sesama anak kos yang kamarnya berhadapan langsung dengan kamar Lili dan Nani.

Kini, Lili harus ikhlas melepaskan kepergian adiknya secara tragis. Setelah dinyatakan hilang pada Jumad (14/5/2021), Nani ditemukan sudah tidak bernyawa dalam kondisi yang mengenaskan di Kelurahan Batakte, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Senin (17/5/2021).

Komentar