oleh

Peringati HANI 2021, YASPORA NTT Gelar Webinar Bertajuk Literasi Anti Narkoba

Daulat A. D. Samosir, Koordinator Bidang Rehabilitasi (Konselor Adiksi Ahli Muda BNN) mengaku senang sekali dan bangga atas gerakan literasi yang dikembangkan YASPORA NTT. Dirinya juga mengungkapkan bahwa masyarakat kita perlu diperkuat literasi supaya masyarakat NTT secara keseluruhnya lebih banyak mendengarkan informasi yang baik dan benar.

Oleh: ARDI LEO DU, 30 Juni 2021

BINTANGFLOBAMORA.COM, Kupang – Memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021, Yayasan Polikarpus Do Flobamora (YASPORA) NTT menggelar Webinar dengan tema, “Perang Melawan Narkoba (War On Drugs) di Era Pandemi Covid -19, Menuju Indonesia Bersih Narkoba (BERSINAR),” Rabu (30/06/2021).

Pantauan media Bintangflobamora.com, webinar yang bertajuk literasi anti narkotika tersebut terdapat semangat partisipan dan antusiasme dari peserta yang begitu luar biasa. Peserta webinar datang dari berbagai kalangan, bahkan terdapat juga peserta yang berasal dari luar daerah Provinsi NTT.

Ketua YASPORA NTT, Polikarpus Do dalam sambutan pembuka mengatakan bahwa momentum webinar tersebut merupakan sebuah aksi dari rapat koordinasi nasional (Rakornas) bersama BNN pusat yang kemudian tertuang dalam sebuah komitmen bersama Yayasan/LSM anti narkoba.

Baca Juga:  Hadiri Pelantikan Pengurus FTBM, Polikarpus Do Provokasi Masyarakat Sabu Raijua

Oleh karena itu pihaknya telah melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba secara langsung maupun secara virtual terutama di kalangan mahasiswa dan masyarakat luas di provinsi NTT.

“Momentum webinar hari ini merupakan sebuah rentetan kegiatan berdasarkan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bersama BNN pusat bersama Yayasan/LSM anti narkoba dan untuk menindaklanjuti hasil Rakornas tersebut, kami (YASPORA NTT) telah melakukan sosialisasi secara langsung maupun secara virtual terutama di kalangan mahasiswa dan masyarakat,” ungkap Polikarpus.

Polikarpus juga menjelaskan bahwa memperingati  Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021 terdapat tiga tahap yakni Pra HANI, Puncak HANI dan Pasca HANI.

“Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa kami telah melakukan sosialisasi sebagai bentuk kegiatan pra HANI, sedangkan menuju puncak HANI kami menggelar Festival Literasi Anti Narkotika dan webinar ini kemudian Pasca HANI akan diadakan launcing buku antalogi puisi anti narkotika serta bedah buku,” jelasnya.

Menutup sambutannya,  Polikarpus mengajak  semua lapisan masyarakat khususnya di NTT bahwa gerakan literasi anti narkotika merupakan gerakan bersama. Untuk itu dirinya menghimbau agar semua pihak secara sama-sama berkolaborasi dan saling bergandengan tangan untuk menjaga generasi bangsa, diri sendiri, sesama dan keluarga,  serta lingkungan di sekitar.

Baca Juga:  Literasi sebagai Gerbang Peradaban Generasi di Perbatasan

Polikarpus yang juga ketua FTBM Provinsi NTT, memotivasi peserta webinar agar selalu melakukan hal-hal yang baik dan yang positif untuk memberikan dampak dan memberikan inspirasi bagi banyak orang.

Disela diskusi literasi anti narkotika, Koordinator Bidang Rehabilitasi (Konselor Adiksi Ahli Muda BNN), dr. Daulat A. D. Samosir,  mengaku senang dan bangga sembari memberi salam hormat dan salam literasi atas gerakan literasi yang dikembangkan YASPORA NTT.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa masyarakat kita perlu diperkuat literasi supaya masyarakat NTT secara keseluruhnya lebih banyak mendengarkan informasi yang baik dan benar dan tidak salah gunakan.

“Saya sangat senang sekali dengan literasi, dan saya berterimaksih kepada Pak Polikarpus, salam hormat, salam literasi atas ruang yang diberikan kepada kita semua, yang artinya bahwa gerakan literasi harus dipercayai agar kita dapat memahami dan dapat menyerap semua informasi yang baik dan benar supaya tidak salah supaya tidak masuk ke dalam ruang-ruang yang salah satunya ialah penyalahgunaan narkoba,” ungkap dr. Daulat.

Baca Juga:  DPR RI Pantau Kepatuhan Regulasi TKA di Morowali, Sulawesi Tengah

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena menilai bahwa penyebaran narkoba di tengah pandemi covid 19 semakin meningkat karena pandemi memberi dampak yang cukup besar bagi kehidupan masyarakat sehingga tidak sedikit yang terjerumus pada penyalahgunaan narkoba.

“Situasi saat ini seseorang lebih banyak lari dari apa yang membuat dia bisa keluar dari stress, sulit menyelesaikan masalah-masalah dirinya sendiri, maka membuat dirinya lari ke narkoba,”

“Maka perlu ada penanganan dari semua pihak terutama dari dalam keluarga yakni orang tua yang merupakan pintu paling utama dan masyarakat sekitar,” Kata Melki yang dihubungi melalui sambungan telepon.

Ia juga mengatakan, Komisi IX DPR RI selalu berupaya selain memperjuangkan tentang kesejahteraan masyarakat, juga terus berusaha agar masyarakat Indonesia ini terbebas dari narkoba melalui program-program yang sifatnya promotif dan preventif.

Kegiatan webinar literasi anti narkotika tersebut ditutup dengan pengumuman karya terbaik festival literasi, lomba menulis puisi anti narkotika 2021.

Komentar